Halooo..

Salah satu postingan saya yang paling banyak dikomen hingga saat ini yaitu tentang Mucocele, baca postingan saya sebelumnya di sini. Banyak banget sampai ada yang DM via Instagram, email dan japri (biasanya masih circle). Dalam postingan kali ini, saya ingin menberikan penjelasan sedikit tentang Mucocele (lagi) dan klarifikasi terkait postingan saya yang banyak di baca. Gaya beettt.. nggak apa-apa, mumpung pada baca hihihihihi..

Apa itu mucocele?
Mucocele adalah benjolan yang berada di rongga mulut, bisa di atas atau di bawah. Bahkan ada yang muncul di bawah lidah. Mucocele disebabkan oleh trauma yang dialami kelenjar ludah yang menyebabkan kelenjar ludah tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Sehingga menjadi benjolan yang cukup mengganggu di dalam mulut. Besarnya berbeda-beda pada tiap orang, kadang dapat membesar jika terus terkena gesekan saat makan.

Banyak pertanyaan yang ditujukan ke saya tentang mucocele ini. Saya akan bikin semacam FAQ ya di bawah.

1. Sakit atau nggak ?
Mucocele tidak sakit, hanya saja sangat mengganggu karena seperti ada benda nyangkut di dalam mulut.

2. Bentuknya seperti apa?
Benjolan berisi cairan yang tumbuh, bahkan membesar.

3. Keras atau nggak?
Nggak keras sama sekali. Kalau disentuk lidah atau dirasakan dengan tangan, bentuknya kenyal karena isinya cairan.

4. Isinya apa?
Cairan ludah tapi jika pecah akan tercampur darah.

5. Bahaya atau nggak?
Sama sekali nggak berbahaya, asalkan tidak sengaja di

6. Hilangnya berapa lama?
Berbeda pada setiap orang, kadang ada yang sudah pecah tapi tetap timbul terus menerus

7. Bagaimana cara menghilangkannya?
Hilang dengan sendiri tanpa perlu dikasih obat

8. Cara perawatannya gimana?
Waktu saya ke dokter, saya hanya disarankan menggunakan obat kumur biasa. Tidak secara spesifik harus merk tertentu. Usahakan mulut selalu bersih, teratur sikat gigi dan kumur dengan obat kumur.

9. Harus dipecah kah?
Tidak. Jika sengaja dipecah, takutnya infeksi. Tapi, jika pecah secara tidak sengaja, tidak apa-apa.

10. Apakah kalau sudah pecah akan hilang?
Tidak selalu. Bisa tumbuh lagi atau hilang sama sekali. Tiap orang berbeda-beda efeknya setelah pecah. Bahkan setelah pecah dan hilang, jika tidak sengaja terkena sesuatu seperti kegigit di lokasi yang sama, mucocele akan tumbuh lagi dengan sendiri.

Bagi yang penasaran banget bentuknya seperti apa, saya ada foto bentuk mucocele yang mirip dengan mucocele yang saya pernah alami. Saya dapat foto ini dari readers tulisan saya, yang kemudian orang tersebut DM ke Instagram untuk tanya langsung.

bentuk mucocele


Sebelum postingan ini saya publish, tentunya saya ijin dulu dong ke pemiliknya dan dia bersedia untuk di capture tanpa diberi credit. Ini percakapan terakhir saya dengan pemilik mucocele di atas. Saya tanya bagaimana perkembangan mucocele-nya, dia menjelaskan sempat pecah tapi karena kegigit lagi, mucocele itu kembali tumbuh. Sad :(


apa itu mucocele


Nah, seperti itu lah bentuk mucocele. Tidak berbahaya dan hanya mengganggu. Apa yang harus kita lakukan? Jawabannya hanya merawat area mulut aja. Kalaupun perlu di operasi, nggak ada jaminan mucocele itu hilang selamanya. Kemungkinan untuk tumbuh lagi pun bisa terjadi.

Sabar-sabar yaaa..
Untuk semua yang sedang memiliki mucocele.






Cheers,
L


Read More


Haloooooo..

Nggak kerasa udah masuk April, nih!

Kali ini saya mau berbagi tulisan tentang survey playgroup di sekitar wilayah Kelapa Dua, Depok. Lebih tepatnya lagi sekitar Komplek Pelni, Bukit Cengkeh, Pondok Duta, sampai RTM. Mungkin untuk warga Kelapa Dua udah familiar banget dengan beberapa daerah yang saya sebutkan di atas. Nah, untuk memudahkan Buibu semua apalagi yang nggak sempet survey seperti saya, berarti cocok baca tulisan saya ini (semoga cocok, ya!). Hihihihi :D

Oiya, sebelum saya teruskan, saya juga ingin klarifikasi bahwa PG/TK yang saya survey keseluruhannya hanya PG/TK Islam. Jadi, selain itu, sudah pasti nggak saya survey.

Kenapa harus PG/TK Islam?
Karena gini-gini juga, saya orang yang memerhatikan pendidikan agama, apalagi untuk anak saya. Dasarnya dia harus paham sedari dini tentang agamanya. Mungkin ada yang nggak setuju dengan pendapat saya, tapi memang saya akui, pendidikan terbaik itu di rumah dan di rumah pun sebagai orang tua, kami sudah mengusahakan menanamkan dasar agama.

Sekarang, giliran Maliq harus dilepas untuk sekolah, saya ingin pendidikan pertama yang diikuti harus ada pemahaman agamanya. Urusan SD, SMP, SMA atau kuliahnya nanti di negeri sih nggak masalah, yang penting PG/TK-nya dulu untuk pondasi, hehehe.


1. PG/TK IT Khonsa
Alamat: Jalan Raya Pondok Duta No 16A, Depok.

Sering banget lewat depan PG/TK ini karena letaknya di pinggir jalan. Kalau dari arah Pelni ke arah RTM, letaknya di sebelah kiri setelah komplek Bukit Cengkeh 2. Pertama kali lihat sekilas tampak rimbun dan sering ada banyak Buibu yang nunggu anaknya. Tapi, waktu saya survey ke sana, sekitar jam 8 pagi, hampir nggak ada Buibu yang nunggu. Di depan gerbang cuma ada satpam yang berjaga.

Kesan pertama menapakkan kaki di PG/TK ini, tempatnya rindang dan nyaman. I never found PG/TK senyaman ini, entah karena pada saat itu mungkin di setel lantunan murotal atau entah lagi nyaman aja memang suasananya. Semilir terdengar murotal dipasang sesaat sebelum anak-anak berkumpul di aula, kebetulan saat itu mau ada acara makan-makan bareng karena salah satu anak ada yang berulang tahun. Mereka menyebutnya "bagi-bagi rejeki saat bertambah umur" bukan pesta ulang tahun.

Kami bertemu Kepala Sekolah yang menyambut kedatangan kami dengan ramah. Bertanya ngalor ngidul tentang sekolah sampai sistem pengajaran dan menyangkut kegiatan-kegiatan apa saja. Sangat islami ya menurut saya.

Ada 4 ruang kelas dengan sistem moving class di sana, yang mereka sebut sentra; ada sentra bahan alam, rancang bangun, tahfidz dan bermain peran. Jam masuk dari jam 08.00-11.30, istirahat sekali di jam 9.30 seinget saya.

Satu kelas bisa terdiri dari 5-10 orang dan tidak menggunakan seragam (tapi dapat seragam juga kok untuk dipakai di hari tertentu). Kelasnya tidak terlalu formal, anak-anak duduk bebas di lantai seperti pada foto. Mereka juga tidak memaksa anak untuk belajar formal, semacam belajar sambil bermain. Maliq sempat ikut masuk ke kelas. Saat itu, kelasnya sedang belajar sholat. Untuk umur PG, pada saat saya datang, hanya ada sekitar 3 anak di kelas itu. Bagus yaaa karena nggak terlalu riweh dan gurunya jadi fokus ke perkembangan anak.

Soal harga, nah ini sih yang jadi permasalahan saya hehehehe..
Harganya lumayan juga sih untuk ukuran saya tapi tenang, Buibu, bisa dicicil kata Kepseknya. Jadi, misalnya Buibu sangat tertarik ke sekolah ini, permasalahan keuangan bisa dibicarakan kemudian, gimana jalan keluarnya agar ringan. (Biaya masuk ada di foto ya!)

Kekurangannya, menurut saya terlalu mudah di akses siapa saja. Lokasinya di pinggir jalan. Entah kenapa saya agak kurang sreg, pintu gerbang bisa terbuka kapan saja, dan siapa saja bisa masuk. Walaupun memang sangat kecil kemungkinan orang asing masuk sih..

Overall, untuk fasilitas, hingga toilet pun terjaga kebersihannya, taman bermainnya rindang, ini yang sangat saya suka. Gurunya ramah-ramah dan memang islami, kerasa betul. Oiya, di sini juga ada Day Care, lho! Tapi, saya nggak nanya-nanya banyak tentang Day Care. Bisa kunjungi langsung ya kalau penasaran :D

Untuk PG, sekolahnya tiap hari dengan alasan, umur PG masih sangat moody, dalam satu minggu kemungkinan setiap anak akan ada absen. Jadi perhitungannya, jika seminggu mereka punya jatah sekolah 5 hari dan ada kalanya mereka moody beberapa hari, mereka masih bisa punya sisa hari di satu minggu itu. Menurut gurunya, itu nggak akan bikin anaknya rugi kehilangan hari sekolah.



review tk khonsa depok






biaya pendaftaran tk khonsa depok



2. PG/TK IT Pondok Duta
Alamat: Jalan Duta Plaza No 01, Depok.

Lokasi ke dua ada di dalam Kompleks Pondok Duta 1, bisa masuk melalui gerbang Pondok Duta, cari Masjid Baabul Jannah, sekolahnya tepat di belakang masjid atau bisa masuk melalui Jalan Mahkota Raya, ikuti jalan hingga mentok, diujung jalan tersebut langsung gedung sekolahnya.

Letak PG/TK menyatu dengan kompleks SD Islam Pondok Duta, letaknya di pojok dalam gedung. Kita harus masuk ke gerbang SD terlebih dahulu, melewati lapangan dan gedung SD lalu ada gerbang kecil pintu masuk ke PG/TK. Pintu ini dijaga oleh satpam dan selalu ditutup setiap hari agar siswa SD tidak bisa masuk dan murid PG/TK tidak main ke gedung SD. Kita harus melalui 2 pintu gerbang, gerbang SD dan gerbang PG/TK. Ada pintu kecil lainnya di halaman PG/TK menuju pintu SMP, tapi biasanya ditutup.

Guru di sana sempat menjelaskan bahwa antar/jemput harus dengan orang yang sama setiap harinya, kalau ada perubahan, guru wajib diberitahukan. Tidak ada antar jemput yang dikelola oleh sekolah.

Kelas PG bisa dibuka hingga 2 kelas (tergantung pendaftaran), sedangkan TK ada 2 kelas. Satu kelas PG bisa menampung 10 anak. Karena kuota terbatas ini, untuk Buibu yang tertarik, harus segera daftar.

Fyi, Sekolah tidak menjalankan metode moving class. Kelas berjalan formal seperti sekolah pada umumnya. Anak akan berada di ruang kelas yang sama setiap hari. Kegiatan belajar tidak seformal kedengerannya sih hehehe..

Saya sempat nanya apakah yang diajari di PG, sebagian besar hanya mengenal angka, huruf, bentuk dan kesemuanya dilakukan sambil bermain karena pada dasarnya umur PG belum bisa diterapkan pengajaran dengan duduk formal untuk belajar. Masalah absen juga sama, untuk PG, absen bukan menjadi penilaian karena memang masih sangat moody.

Untuk PG di Pondok Duta ini, semester pertama hanya seminggu tiga kali masuk sekolah, yaitu; Senin, Rabu, dan Jumat. Semester kedua baru diterapkan sekolah setiap hari. Lumayan ringan untuk anak seumuran PG. Jam masuk dari pukul 7.30-10.00 dan istirahat sekali pada pukul 09.00, sekolah menggunakan seragam dan ada kegiatan di luar sekolah seperti study tour atau renang.
Oiya, satu kelas ada 2 guru ya.. jadi masih efektif untuk kelas yang terdiri dari 10 orang.

Soal biaya masuk, di sini terbilang cukup terjangkau. Bisa dilihat di foto yang saya lampirkan ya. Mainannya juga masih kinclong, tampak baru diganti semuanya.

Kekurangannya, lokasinya panas nggak ada pohon, huhuhuhu.. ruang kelasnya pun ada di pojok lorong gitu tapi tenaaannggg, kelasnya ber-AC. Selain itu, lapangannya tidak terlalu luas seperti di gedung SD, tapi memang nggak diperluin lapangan yang besar untuk PG/TK sih.





review pg tk pondok duta depok

biaya masuk tk pondok duta depok



3. Semut-semut The Natural School
Alamat: Jl Industri Kapal Dalam No. 25A, Tugu, Cimanggis, Depok.

Sekolah terakhir yang masuk list dan ada fotonya, tapi tidak saya survey. Kenapa? Karena belum sempat. Jadi, info yang saya tuliskan di bawah, merupakan info dari teman dekat saya yang survey ke sana.

Karena Semut-semut ini cukup tersohor didaerah Kelapa Dua, nggak ada salahnya saya tulis juga untuk kebutuhan Buibu sekalian yaaa..

Semut-semut dikenal masyarakat sebagai sekolah alam. Mungkin kalau Buibu baca review Khonsa di atas, Semut-semut ini mungkin pendahulunya. Mainannya banyak dan mainan untuk PG dan TK dipisah. Nggak perlu khawatir anak PG yang mungkin badannya lebih kecil akan rebutan mainan dengan yang lebih besar.

Untuk kebersihan, memang terjaga kebersihannya tapi karena sekolah alam, jadi kata temen saya, banyak nyamuk hihihihi..

Oiya, saya kira awalnya Semut-semut ini bukan sekolah Islam tapi ternyata sekolah Islam juga, lho!

Masalah harga, si Semut-semut ini terbilang mahal ya untuk ukuran PG. Mungkin memang karena kualitasnya juga bagus. Untuk PG, pendaftaran dibuka di bulan Februari, Juni, dan Oktober. Masuk setiap hari Senin, Rabu dan Kamis dari jam 08.30-11.00.

Mungkin buibu agak bingung, kok pendaftaran ada 3x?
Jadi, di Semut-semut, Playgroup berjalan 3 bulan. Untuk pendaftaran Februari, kelas berjalan Maret-Mei. Itu berarti kalau buibu mau sekolahin PG satu tahun, buibu harus bayar biaya pendaftara 3x di bulan yang saya sebutkan di atas. Hitungannya memang mahal sih menurut saya. Semester pertama biasanya dibuka bulan Juni (menurut kalender akademik pemerintah), berarti Buibu harus bayar biaya pendaftaran + SPP bulan pertama + seragam + sit in. Untuk biaya bulanan, hanya membayar SPP perbulan. Nanti di bulan Oktober setelah 4 bulan berikutnya, Buibu bayar uang pendaftaran lagi untuk 4 bulan berikutnya + SPP bulan pertama + sit in, biaya seragam mungkin sudah nggak include karena pasti seragamnya sama dengan 4 bulan awal.

Dalam setahun hitungannya Buibu bisa mengeluarkan uang gedung untuk PG sekitar Rp11.250.000,-, sedangkan TK A RP15,000,000 selisih Rp3,750,000,- lebih mahal dari PG dan TK B Rp7,500,000,- selisih 3,500,000,- lebih murah dari pendaftaran PG.

Intinya, kalau mau masuk ke Semut-semut, masuk aja pas TK B karena biaya pendaftarannya masih affordable dibanding masuk dr PG tapiiiii biaya pendaftaran akan menyesuaikan kalau masuk dr PG langsung sampai TK kok.



review semut semut natural school depok


biaya pendaftaran pg tk semut semut depok


Dari ketiga sekolah di atas, keliatan banget ya mana yang mahal, mana yang terjangkau. Tapi, karena memang saya nggak ikut trial di setiap sekolah, review ini hanya sebatas harga dan survey. Belum masuk ke kualitas masing-masing sekolah dan biasanya kualitas sekolah akan terlihat minimal satu semester berjalan.

Sekarang, balik lagi sih ke pilihan masing-masing (ke kantong masing-masing lebih tepatnya hihihihi..). Semoga dengan membaca ulasan saya ini, Buibu jadi tercerahkan :D






Cheers,
L
Read More
Puncak menjadi salah satu tempat wisata favorit yang seringkali dikunjungi kala liburan tiba, tidak perlu booking tiket pesawat internasional untuk menuju lokasi ini, cukup menggunakan kendaraan pribadi ataupun bisa ikut agent tour & travel yang ada. Lokasi yang satu ini memang difavoritkan wisatawan karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan tempat wisata lainnya, misalnya.

Dulu, saat saya masih kecil, Puncak menjadi pilihan yang sangat sering orang tua saya pilih. Apalagi, letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta dan aksesnya yang mudah ditempuh. Menghabiskan liburan di Puncak, seperti mengenang masa kecil saya yang indah. 

Hayoooo, siapa yang waktu masih kecil sering diajak nginep di villa di Puncak? 
Siapa sih yang nggak pernah? Saya yakin pasti semua pernah.



     Lokasinya Yang Mudah Dijangkau
Salah satu alasan kenapa harus memilih wisata ke Puncak adalah karena mudah dijangkau dan aksesnya yang gampang. Jika Buibu dari sekitar Jakarta mau ke Puncak bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun mobil dengan waktu tembuh kurang lebih dua sampai tiga jam. Selain jaraknya yang cukup dekat, akses jalan dan fasilitas menuju arah  Puncak juga sudah sangat aman dan nyaman sehingga cocok untuk riding siang maupun malam hari.

     Memiliki Beragam kuliner
Berkunjung ke suatu tempat kurang pas jika tidak menginap dan mencicipi kulinernya. Di wilayah puncak ada banyak penginapan yang bisa ditemukan, silahkan cek promo hotel untuk mendapatkan harga sewa hotel murah di sekitaran sana, Buibu pasti dapat dengan mudah menemui penginapan terjangkau dengan berbagai fasilitas.

Karena Puncak memiliki cuaca cukup dingin hampir sepanjang hari menjadikannya cocok untuk berwisata kuliner, salah satu kuliner yang paling banyak dicari saat berkunjung disini adalah jagung bakar. Menikmati jagung bakar ditambah segelas kopi atau teh dengan ditemani pemandangan Puncak yang masih hijau dan asri membuat semakin suasana semakin nikmat dan lengkap.

Selain jagung bakar yang biasa dijajakan di warung-warung pinggir jalan, di Puncak juga terdapat banyak pilihan restoran yang bisa Buibu cicipi. Satu lagi, apabila ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah, di Puncak juga banyak kios-kios pinggir jalan yang menjajakan aneka makanan dan cemilan khas Puncak yang bisa Buibu coba dengan harga yang cukup terjangkau.

     Ada Banyak Tempat Wisata Yang Bisa Dikunjungi
Daerah Puncak Bogor memiliki banyak sekali destinasi wisata populer dan lokasinya bisa ditempuh tanpah harus booking tiket pesawat internasional terlebih dahulu. Salah satu lokasi wisata yang sering dikunjungi adalah Taman Safari Puncak, sebuah tempat wisata yang biasanya dijadikan tempat liburan keluarga.

Cerita tentang wisata ke Taman Safari akan saya share di postingan lain yaaaa :)

Di sana sering digelar pertunjukan hewan seperti Tiger Show, Elephant Show, Dolphin Show dan masih banyak lagi. Selain Taman Safari, objek wisata lain yang tak kalah seru adalah Taman Wisata Matahari dan Taman Bunga Nusantara.

Dua tempat ini menjadi tempat favorit kaum muda karena memiliki pemandangan yang indah yang banyak objek untuk berfoto. Untuk yang senang dengan wisata alam yang masih asri, di Puncak juga ada objek wisata Telaga Warna.

Tempat ini berada di dekat perkebunan teh PTP VII Gunung Mas. Air telaga yang dapat berubah warna merupakan salah satu keunikan dan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke sini. Perubahan warna tersebut disebabkan oleh jenis alga yang hidup disana dan juga pantulan berbagai warna daun yang ada di sekitar telaga tersebut.

Selain beberapa yang sudah disebutkan di atas, Puncak juga masih memiliki Curug Cilember, Little Venice di Kota Bunga, De Ranch Mega Mendung, Agro Wisata Gunung Mas dan masih banyak. Jadi jika Buibu berkunjung ke Puncak, jangan khawatir akan kehabisan hiburan dan tempat wisata.

     Tempat Berbelanjanya Juga Banyak
Bagi yang suka berbelanja, Puncak juga bisa menjadi surga tersendiri. Di sepanjang jalan ke Puncak, Anda bisa menjumpai banyak sekali pusat-pusat perbelanjaan mulai dari toko oleh-oleh yang menjual berbagai cemilan seperti kue mochi, peyem, ubi cilembu, sampai factory outlet yang menjual berbagai produk pakaian bermerek dengan harga miring.

Untuk yang suka mengkoleksi tas, Anda bisa berbelanja tas dengan puas di Pusat Tas Tajur Bogor. Di tempat ini dijual berbagai model tas yang pastinya merupakan produk lokal masyarakat disana. 

Selain itu, di Puncak juga terdapat beberapa mall besar seperti Botani Square Bogor, ekalokasari Plaza Bogor, dan Bogor Trade World yang juga bisa menjadi pilihan untuk wisata belanja. Jadi, buat Buibu yang nggak bisa jauh dari mall, jangan takut nggak ketemu mall di daerah sana. Hehehe.

     Tempat Menginap Mudah Ditemukan
Satu lagi alasan memilih Puncak sebaga tempat wisata adalah banyaknya pilihan tempat menginap, cek promo hotel bisa dilakukan dengan mudah melalui internet. Apabila Buibu berlibur ke Puncak, maka jangan khawatir untuk menemukan tempat penginapan. Hampir di sepanjang jalan arah ke Puncak, berjajar villa dan penginapan yang bisa Buibu gunakan.

Harga penginapan disana juga bervariasi. Mulai dari yang murah dengan fasilitas yang cukup sampai hotel-hotel dengan fasilitas yang sangat lengkap yang bisa Buibu sesuaikan dengan budget dan kebutuhan Buibu semua.

     Bisa Melakukan Berbagai Kegiatan Seru
Selama berada di Puncak, jangan khawatir akan merasa bosan. Banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan di sana. Apalagi berwisata bersama keluarga, tak ada salahnya mencoba menunggang kuda sambil berkeliling kebun teh yang asri. Anak-anak pasti suka sekali, deh!

Bagi yang suka memacu adrenalin, Puncak juga bisa menjadi pilihan. Buibu bisa mencoba olahraga paralayang yang pastinya dapat memuaskan jiwa petualang Buibu sekalian. Setelah main paralayang, jangan lupa kunjungi curug atau air terjun yang terdapat di daerah Puncak. Alamnya masih sangat asri dan yang pasti, menyegarkan liburan Buibu sekeluarga.

Sebenarnya sih, bagi yang hanya ingin melepaskan stress dan penat, lokasi Puncak juga cocok, lho, dijadikan pilihan. Udara yang masih segar di tambah dengan keadaan alam yang masih hijau dan asri mampu membuat pikiran menjadi relaks dan santai kembali.

Masih banyak lagi hal menarik lain sih yang mengharuskan Buibu datang ke sini seperti penduduknya yang ramah-ramah, lokasi yang aman dan nyaman, udaranya yang masih segar, tidak perlu booking tiket pesawat internasional, bisa menggunakan kendaraan pribadi, kulinernya yang beragam, suasananya yang masih asri, dan masih banyak lagi.

Jadi, Puncak bisa dijadikan lokasi wisata pilihan Buibu saat weekend dengan biaya yang sangat terjangkau, akses yang mudah dan banyak pilihan wisata untuk keluarga. Yuk, ke Puncak lagi!


Cheers,
L



Read More

Halo semuanya!

Minggu lalu, dunia per-agency dan per-influencer-an sedang dihebohkan dengan adanya "sheet" yang isinya list Influencer Reputation. Awalnya, ada thread di salah satu grup "Agency" isinya curhatan seorang pekerja agency tentang keluhannya kerjasama dengan banyak influencer. Dalam tulisan tersebut, saya membaca bahwa selama ini dia sudah sangat sabar "melayani" permintaan para influencer dengan segala permintaan yang "kadang" memang aneh. Padahal, sebelum melakukan kerja sama biasanya ada hitam di atas putih. Kemudian, muncul sheet yang sengaja dibuat oleh salah satu anggota grup menanggapi thread tersebut. Isinya ada nama-nama influencer/buzzer/artis ditambah kolom penilaian (terbagi dua; bad reputation dan good reputation) yang ditulis sukarela oleh anggota lain. Tujuannya, supaya kita bisa berbagi pengalaman baik/buruk kerja sama dengan nama influencer/buzzer yang disebutkan.




Kadang memang kerja sama yang seharusnya mudah jadi sulit, belum lagi permintaan client yang cukup ajaib di detik-detik terakhir ditambah influencer (yang instant) ini terkena star syndrome. Huft! Pelik! Oleh sebab itu, menurut kacamata saya, list itu ada sisi positifnya juga. Kita sebagai user, jadi tau kualitas kerja dari calon influencer/buzzer yang akan kita ajak kerjasama, positif lainnya dari sisi influencer, kalau si influencer memang kerja secara profesional, bisa jadi ajang promosi ke agency lain yang kebetulan mungkin lagi cari influencer.

Sayangnya, ada pihak-pihak yang nggak bertanggung jawab nyebar sheet itu ke publik dan menjadi konsumsi para influencer (yang harusnya sheet ini menjadi rahasia anggota). Mereka yang masuk ke bad reputation sudah tentu murka karena merasa dinilai secara subyektif. 

Sebelum saya bekerja di dunia agency ini, tiga tahun saya menjadi seorang Talent Coordinator di salah satu televisi swasta yang tugasnya yaaaaa berhubungan dekat dengan artis/pengisi acara/musisi dan pekerja seni lainnya. Hanya 3 tahun, waktu yang nggak terlalu lama untuk ukuran dianggap berpengalaman dan punya jaringan luas.

Kami ada di divisi yang mengharuskan setiap harinya bersentuhan dengan yang namanya cek jadwal artis, deal harga, kontrak kerja sama, jadwal syuting dan yang paling krusial yaitu pembayaran.

Bok! yang namanya artis mahal banget mah udah ada dari jaman dulu, cuma dulu nggak ada sosmed aja jadi nggak ada berita luas kesebar tentang kerja-kerja artis dan harga yang menjulang tinggi. Trus sekarang kalo influencer yang tiba-tiba dalam kurun waktu 3-5 tahun atau bahkan kurang dari itu udah terkenal trus belagu, mahal dan susah banget komunikasi, nggak bisa di-brief padahal ratecard selangit, aduhhhh gusti ampun.. gimana kami-kami ini para agency nggak kesel.. ya mbok bisa baik-baik dibicarakan, kan saling membutuhkan, kalau kalian nggak butuh ya tinggal tolak, jadi jelas dari awal nggak mau kerja sama, jangan moody. Huft!

Throwback lagi, dahulu kala, bos saya sempat berkata, "Apapun yang artis itu inginkan, coba kamu terima aja dulu, jangan pernah marah apalagi nolak, karena gimana pun juga, kita butuh mereka." Kami harus nrimo, karena reputasi sebuah televisi nasional dulunya dilihat dari "siapa sih" artis yang berhasil diajak kerjasama. Iya nggak sih? Coba kalau ada televisi swasta ngadain acara ulang tahun, mana pernah ada yang nggak ngerayain? Saling lomba-lomba ngundang artis termahal, terheboh, terlaris, demi apa? demi rating dan sharing. 

Percayalah. Tiga tahun saya di televisi cukup membuka mata saya akan luasnya jalinan keakraban artis dan televisi. Saling membutuhkan.

Sekarang, saat saya ada di dunia agency, lebih spesifik lagi di dunia digital, ternyata dunia kerja saya yang dulu kembali lagi ke kehidupan saya. Sejak mulai banyak digunakannya Influencer dan Buzzer di perkembangan digital, saya ngerasa balik lagi ke dunia yang pernah saya tinggalin. Asek! hahahahahah.. 

Yak, menanggapi sheet influencer yang mberebes kemana-mana ini, bikin saya setengah kecewa dan setengah lagi kasianKecewa karena sheet itu hilang setelah kurang lebih 2 hari tayang
Sejujurnya, saya merasa cukup terbantu dengan adanya review/reputation yang diberikan secara keroyokan dari temen-temen agency lain terhadap influencer yang banyak sekarang. Kasian karena memang penilaiannya subjektif. Si pembuat sheet di salahkan dan si influencer yang masuk di bad reputation merasa dicemarkan nama baiknya.

Tapi, sebenernya si pembuat sheet nggak salah-salah amat kok. Toh, list itu seharusnya dibuat untuk kalangan internal agency-agency yang gabung di grup itu, bukan untuk konsumsi publik apalagi konsumsi influencer. Setiap orang punya akses untuk baca dan nulis pengalamannya. Penilaian memang subjektif, ya karena berdasarkan pengalaman, nggak ada tolak ukurnya. Pengalaman si A belum tentu sama dengan si B saat kerjasama dengan si C. Itu wajar. Nggak ada hak jawab untuk menanggapi sheet itu? Memang nggak ada. Balik lagi kebutuhan sheet itu untuk apa dan untuk siapa. Kalau ditanya kenapa nggak ada hak jawab untuk influencer, ya jelas memang sheet dibuat untuk kalangan sendiri. Bukan tanya jawab atau ajang klarifikasi.

Sisi positif untuk agency, agency jadi tahu kualitas dan kuantitas influencer dari pengalaman agency lain. Bisa jadi pelajaran kalau client request si A, kita bisa ada patokan dari review. 
Sisi negatifnya, sekali lagi, penilaian subyektif, nggak ada yang bisa buktiin kebenaran yang ditulis di sheet. Entah itu baik atau buruk karena nggak ada bukti. Kita jadi insecure duluan sebelum kerjasama.

Sisi positif kalau saya jadi influencer dan masuk ke bad reputation, harusnya saya jadi introspeksi diri. Saya harus membereskan internal saya, entah itu manager saya atau management waktu saya. Toh, selama ini influencer menikmati hasil dari agency juga (walaupun ada yang langsung ditawarin dari brand) tapi nggak munafik, rejeki situ pun datang juga dari agency. Kalau masuk list di good reputation, bersyukur. Selama ini hasil kerja keras influencer dampaknya postif. Bisa jadi ajang promosi ke agency lain tentang cara kerja kita atau kualitas kerja kita. Pembuka jalan bagi rejeki lainnya juga.
Sisi negatif kalau saya masuk list bad reputation, nama baik saya tentu luluh lantah, saya pasti nggak terima karena jadi buruk di mata agency lain / brand yang belum pernah kerja sama dengan saya tapi harusnya bisa jadi pelajaran ke depan. Kalau masuk di good reputation, ya itu bisa jadi ajang promosi ke agency / brand lain. Seperti yang saya bilang, pintu rejeki lain terbuka. Hasil kerja profesional selama ini keliatan.

Last but not least, as I mentioned at the begining, ini hanya lah opini saya menanggapi fenomena influencer/buzzer yang sedang banyak dijadikan profesi baru. 

Kalau diri kita sudah merasa kerja secara profesional, nggak banyak nuntuk apalagi sudah ada hitam di atas putih, sesuai dengan briefing, sudah secara maksimal, jangan takut hanya karena sheet itu tersebar lalu pintu rejeki jadi tertutup. Rejeki sudah ada yang mengatur, apa yang kita perbuat, itu yang kita tuai. Tapi, kalau ternyata di sheet tersebut adalah kenyataan/kejadiaan yang benar terjadi, berarti sudah sepantasnya kita menerima hasil kerja kita itu.

Agency dan influencer masih saling membutuhkan, jadi ya gimana caranya buat terjalin harmonis, be a professional aja sih kuncinya. Semua pasti bisa didiskusikan dan ada konsekuensinya. 

Keep a good vibes!



Cheers,
L










Read More
Previous PostOlder Posts Home