Akhir tahun identik dengan pesta kembang api dan awal tahun identik dengan resolusi. Setiap awal tahun ada resolusi dan setiap akhir tahun pula banyak resolusi yang nggak kesampaian. Ya gimana yaaaaa .. Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan. Alesan aje hehe ..

Tahun lalu saya dan teman-teman kumpul di salah satu rumah teman saya. Acaranya nggak seperti biasanya yang cuma bakar-bakaran. Waktu itu cukup terorganisir, ada acara makan dan bakar-bakaran, games, count down, pemutaran video kita sepanjang 2013 (yang dikumpulin pake niat banget diedit segala), pembacaan resolusi, dan nonton film sampai pagi.

Malam ini cuma dengerin suara kembang api aja di dalam kamar, keruntelan sama Baby L dan ayahnya. Udaranya lagi sejuk-sejuknya cocok banget buat tidur dibanding liatin petasan. Ngerasa kalau sudah bukan jamannya lagi ke pesta-pesta kembang api. Yaudah lah ngantuk pula kan ya.

Abis itu langsung deh kepikiran "ngepost blog ah", nulis resolusi apa aja yang sudah tercapai. Yang inget aja sih, yang lupa biarlah berlalu hahahaha

Dari sepersekian detik, cuma dua resolusi yang saya ingat: 1. Punya bayi, 2. Punya rumah.

Kesampaian ?
Iya. Punya bayi.
Alhamdulillah .. Tanpa menunggu lama langsung jos gandos uhuy. Akhirnya Baby L menunjukkan keberadaan dirinya bulan Februari 2014, umurnya baru 5 minggu. Sembilan bulan berlalu, susah senang bareng sama Baby L yang ada di dalam perut, akhirnya bulan Oktober 2014, Baby L lahir ke dunia dengan gantengnya. 

Resolusi kedua kayanya akan jadi resolusi lagi di tahun 2015. Kalau 2015 belum juga, ya jadi 2016, begitu seterusnya sampai tercapai.

Nggak usah sedih lah, namanya juga usaha. Kalau dapat alhamdulillah, kalau belum ya usaha terus. Terus gimana resolusi yang lain ?

Aduh lupa banget deh apa aja sih heemmm ..

Segitu aja dulu deh. Mari kita bikin resolusi lagi, semoga tercapai, aamiin.

Bye bye 2014
Welcome 2015

Bismillah :)



Cheers,
L

Read More
Sepanjang hibernate saya beberapa bulan terakhir ini, banyak sekali yang ingin saya tulis. Pertama, saya akan review dulu RSIA Hermina Depok tempat saya melahirkan.

Saya menginap selama empat hari tiga malam di kamar VIP (lantai 2 gedung rawat inap) dan melahirkan dengan proses C - Sectio (operasi saecar). Dokter yang membantu saya adalah dr. Fx A Bhimantoro, SpOg

So far ..
Pelayanan selama saya menginap disana tidak mengecewakan. Entah karena saya mengambil kelas VIP atau bukan. Tapi, memang saya merasa puas. Makanannya pun enak-enak. Sehari setelah operasi saya diberi menu setiap hari untuk disajikan keesokan harinya. Menu makanannya pun bervariasi dan menurut saya terbilang mewah. Saya sempat pesan steak dan spagheti. Untuk rasa, yaaa lumayan.

Kenapa saya review makanan duluan =,=

Hahahahahaha


Review ruangan ..
Ruangannya cukup besar. Ada mini bar (dua kursi dan satu meja). Ada sofa panjang, empuk dan nyaman, dipakai suami saya tidur. Dilengkapi lemari baju dan kulkas. Compliment yang saya dapat ada teh kotak kurang lebih 5 kotak di kulkas dan buah, alat mandi, washlap, dan handuk. Setelah pulang, dikasih tas besar warna kuning ada tulisannya RSIA Hermina Depok yang berisi : paket dari produk johnson n johnson, Pigeon, Zwitsal, Pospak Merries isi 3 buah, dan baju bayi tangan buntung 1 buah.
Read More
Hola !
Been a long time since the last post, finally I have time to write the journey of maternity. The begining. Yes, awal dari kesempurnaan hidup. Tsah!

Saya akhirnya sudah melahirkan anak ganteng. Percampuran dari banyak suku, suami saya Padang Jawa dan saya sendiri Arab Betawi. Jadilah anak saya yang alhamdulillah ganteng. Ibu mana sih yang ga bilang anaknya sendiri ganteng hihihihi

Saya melahirkan dengan proses C - Sectio a.k.a Cesar. Kenapa ?

Jadi begini..
Beberapa hari menjelang HPL, saya belum merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Keputusan sebenarnya ada dua: induksi atau operasi. Saya lalu memilih operasi. Harusnya memang tunggu beberapa minggu lagi, karena ada yang lebih dari 40 minggu, bahkan sampai 42 minggu. Tapi saya lebih sayang dengan anak yang sudah saya kandung lama. Kalau induksi berhasil ya selamat, tapi kalau tidak, tetap saya harus operasi kan ?
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home