How to Kondangan with Baby

No Comments
Postingan kali ini saya mau bahas gimana caranya kondangan bawa bayi. Kenapa kok nulis hal yang nggak penting ini, karena pas kondangan kemarin, ketemu teman yang baru pertama kali bawa bayi 2 bulan dan agak repot. Apalagi buibu baru. Dia cuma bilang, "kok Maliq anteng banget sih? udah biasa ya? gue nggak pernah liat orang kondangan bawa stroller. Cuma elo doang"

Yaaa gimana yaaa..
Maliq udah dibiasain sih dari bayi buat kenal keramaian. Nggak sering juga dibawa ke mall, tapi setidaknya dia tahu sedang diluar rumah. Jadi treatmentnya pasti beda. Nggak ada deh mimik langsung sama ibu kalau kondangan, pasti pakai botol, kalaupun langsung ya harus dalam appron atau nunggu masuk mobil. Harus bisa bobo di stroller, dengan suara berisik dan stroller yang berjalan. Alhamdulillah terbiasa, termasuk kondangan.

Untuk buibu baru seperti saya, kondangan pertama kali dengan membawa bayi terbilang sukses. Usia Maliq baru sebulan waktu itu. Hihihi. Emang sih maksain banget karena belum 40 hari tapi yakin aja we can handle it, bismillah. Karena kalau ditinggal nggak ada yang jagain juga, kebetulan lokasi kondangan nggak terlalu jauh. Trus mikirnya kan di dalam gedung pasti sejuk-sejuk nyaman, Maliq pasti bobo. Saya sudah menyiapkan segala keperluan perang kalau-kalau Maliq rewel. Tapi sesampainya disana, ya ampun agak rintik plus outdoor ternyata. Ayah ibu mana tau lokasinya outdoor naaakkkk. Jadi ragu-ragu, masuk nggak yaaa. Setelah mengamati sekeliling putusin ajalah pake payung karena rintiknya juga lumayan reda. Ayah juga bawa stroller supaya Maliq bisa bobo disitu, pegel juga gendong-gendong. Alhamdulillah, Maliq nggak riwil sama sekali. Pulas blas tidur sampe kita pulang padahal di akhir acara ada kembang api.

Karena kondangan pertama sukseis, maka kondangan berikutnya ayah ibu sudah siap lahir batin. Maliq selalu ditaro di stroller, menghindari gumoh berlebih kalau digendong. Bisa gagal shine bright like a diamond kalau digumohin Maliq. Tapi ternyata Maliq agak bosan dan mukanya mulai mau nangis minta digendong. No no no. Pertolongan pertama, sumpel pake empeng. Kalau empeng sudah dilepeh-lepeh, sumpel pake botol isi ASIP, kalau ASIP habis tinggal dorong2 strollernya pasti bobo. Dan sukseis lagi yihaaayy..

Kondangan berikutnya Maliq sudah mulai ngerti ada keramaian, banyak lampu, banyak orang, ada musik keras, sudah bisa diajak ngobrol buat ngilangin bosen di stroller. Alhamdulillah selalu sukseeeesss. Paling nangis dikit lah, langsung sumpel, atau dorong aja strollernya, Maliq pasti diam.

Nah buat buibu ada tips gimana cara bawa bayi kondangan. Terutama bayi dibawah usia 3 bulan. 

1. Bawa stroller, gunanya supaya ayah ibu bisa ngobrol sana sini dan menghindari gumoh tumpah di baju kondangan. 
2. Bawa ASIP di botol, kalau nggak bisa pakai botol ya sesuaikan dengan bayi bisanya nyusu pakai apa selain nyusu langsung ke ibu.
3. Bawa empeng (kalau bayi terbiasa dengan benda sakral ini), nama kerennya apa ya empeng. Nulisnya nggak enak gini hihihihihi
4. Bawa appron, ini jurus terakhir kalau semua sudah dilakukan tapi bayi tetap nangis. Langsung blas susuin dalam appron.

Saya selalu bawa tas isi perlengkapan Maliq semua, termasuk baju ganti, pospak, tissue basah dan kering, sabun cair, dan barang-barang penting yang saya tulis detail diatas. Kadang bawa mainan karena sekarang Maliq sudah bisa main. Antisipasi nangis teriak-teriak, yang mana kalau di kondangan nggak kece banget seluruh mata tertuju ke Maliq yang lagi nangis. Nggak ada lagi clutch bag cantik yang saya tenteng, yang ada hanya tas bayi. Mana kepikiran bawa-bawa clutch bag cantik, bawa dompet sama hp aja udah sukur. Yang ada malah ribet trus ketinggalan.

Ko nggak bawa gendongan?
Pertanyaan yang suami saya juga tanya. Heeemmm gini ya.. Kalo kondangan kan baju udah dipilih dari jauh-jauh hari, apalagi kalau pakai kostum bridesmaid, udah jahit cantik-cantik terus ditutup gendongan, ibuk kan mau shine bright like a diamond dong, kalo pake gendongan ya ketutupan :|

Nah oleh sebab itu..
Biasakan bayi tidur di stroller. Bayi harus tau bahwa stroller juga nyaman untuk tidur. Jangan digendong melulu. Pegel bok.

Maliq sih bau tangan, tapi dia nggak bau-bau amat. Hahahahaha. Gimana ya jelasinnya. Jadi, Maliq selalu mengerti kalau kita lagi di luar rumah, dia harus bobo di stroller. Tapi memang dari masih umur satu bulan, kalau di rumah pun Maliq dibiasain tidur di stroller habis mandi. Supaya ya itu tadi, kalau lagi keluar rumah, Maliq ga rewel minta gendong kalau mau bobo.

Cheers,
L




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Shout your comment here and thanks for dropping by :)