Seperti judul yang sudah saya tuliskan, saya mau cerita tentang mpasi perdana Maliq dan menu-menu yang sudah berhasil masuk ke perut Maliq.

Sebulan lebih saya browsing sana sini mencari ilmu mpasi untuk bayi 6 bulan. Nyasar ke blog buibu yang ternyata lucu banget cerita mpasi perdana mereka. Ada yang gagal, ada yang berhasil. Dan saya termasuk yang gagal. Hahahahaha

Begini nih kalo kebanyakan teori, akhirnya pas hari H ternyata anaknya tutup mulut. Hadeh!

Saya pernah nyasar ke forum buibu yang sedang curhat mpasi perdana mereka. Saya juga bingung kan ya, apa sih yang harus saya kasih pertama kali ? Jadi lah saya seorang silent readers di forum itu.

Ternyata eh ternyata kebanyakan dari mereka adalah buibu mpasi homemade garis keras. No instant. Saya kan nggak kekeuh banget gitu yah, kalau ternyata anaknya susah makan ya udah lah beli aja bubur instant kan selesai. Begitu sih pikiran saya saat itu. Terus saya baca lagi, lagi dan lagi, akhirnya saya memutuskan kasih Maliq bubur tepung beras merah merek Gasol (seperti saran buibu kebanyakan di forum).

Dengan alasan, gasol itu bukan instant, karena penyajiannya harus di masak dulu diatas api, baru jadi bubur. Gasol termasuk tepung beras organik yang minim sekali menimbulkan alergi. Gasol pun tidak memiliki rasa, jadi bayi mudah menerima rasa hambar karena mirip asi (padahal saya tahu sebenarnya asi kaya rasa tergantung ibunya makan apa). Selain itu, agar bayi tidak jadi bayi pemilih, maka gasol best choice untuk dijadikan mpasi perdana.

Okelah.
Karena saya termasuk anak yang mauan. Saya lalu pilih gasol tepung beras merah sebagai makanan perdana Maliq. Padahal dalam otak, saya tahu, jenis bubur bayi yang sudah menjadi bubuk itu kan melalui proses kimia yang panjang sampai akhirnya jadi bubuk. Sama aja kaya sufor. Tapi, entah kenapa, otak saya kaya nggak bekerja dengan baik mungkin ya, jadilah saya bikin gasol.

Read More
Saya termasuk tipe wanita yang tidak terlalu memikirkan fashion terupdate sepanjang masa. Kenapa ? Karena saya pakai baju senyaman-nyamannya diri saya. Termasuk urusan hijab, yang mana sekarang lagi tren pakai inner ninja, dililit ke kanan ke kiri atau dililit keatas seperti habis mandi. Banyak banget tutorialnya. Bukan saya nggak mau tampil cantik. Tapi saya yakin seyakin-yakinnya kalau saya nggak jelek-jelek amat. Jadi kalau urusan outfit, selama saya pakai nyaman, nggak heboh dan wajar, pasti terlihat bagus.

Mau pergi keluar sebentar atau lama pun bagi saya pasti ada drama-drama. Mau pake ini ga muat, mau pakai itu kebesaran, dan lain-lain.

Tapi, sejak hamil, saya jadi membatasi pakaian mana saja yang nyaman dan bisa saya pakai sampai menyusui, termasuk baju kancing depan. Maklum, buibu hemat. (Baca: pelit)

Ini beneran loh, mulai dari hamil, saya sudah punya prinsip, baju kancing depan itu must have item. Dan ini kebukti sampai sekarang baju-baju itu kepake bangeeettt buat ibu asix (asi eksklusif). Kalau mau menyusui tinggal buka kancing kan kan kan.

Saya akan rinci from head to toe (khusus yang berhijab) yang menurut saya long lasting atau bisa dipakai dari hamil sampai menyusui. Supaya buibu punya gambaran dan nggak beli baju yang dipakainya sebentar. 

Read More
Masuk bulan kelima bayi kita, pasti buibu disibukkan dengan belanja alat MPASI. Tapi bagi saya, alhamdulillah banget nggak ngeluarin duit sama sekali karena sudah punya dari kado hihiw

Banyak banget benda lucu yang memang bikin ngiler buibu, be wise girsl! Karena ternyata semuanya cuma nguras kantong dan cuma dipake sebentar bahkan nggak dipake sama sekali. 

Seperti pengalaman akhir kehamilan yang disibukkan dengan belanja keperluan baby, untungnya saya nggak gelap mata beli ini itu, antara sadar dan pelit beda tipis sih hihihihi

Nah, menghadapi MPASI ini pun, saya harus pelit juga, karena pada dasarnya buibu jaman dulu aja bisa bikin makanan bayi kok dengan alat yang sudah ada di rumah. Paling nambah satu atau dua barang yang memang perlu.

Terus .. Barang apa saja yang sudah saya sediakan ?


  1. Peralatan makan (sendok, garpu, mangkok, piring, gelas) yang kesemuanya merk Pipink. Bisa dibeli di Matahari Dept.Store (kebetulan ini kado)
  2. Gelas Mag Mag dari Pigeon, berguna untuk dibawa berpergian karena ada tutupnya dan ujungnya bisa dipakein dot, sedotan atau gelas biasa. Multifungsi sekali (alhamdulillah kado lagi) 
  3. Tempat makan Tupperware atau Lock and lock ukuran mini, fungsinya untuk bawa makanan bayi kalau sedang berpergian. Tutupnya kencang jadi nggak perlu takut tumpah. (Ini sudah punya dari sebelum hamil)
  4. Pisau dan talenan pakai yang sudah ada kebetulan masih bagus sekali.
  5. Blender merk Crown, lungsuran adik ipar. Hanya dipakai beberapa bulan katanya, oleh sebab itu saya nggak perlu beli. Yeay! Sebenarnya pakai blender apa saja bisa, asal jangan bekas giling cabai.
  6. Saringan jaring juga sudah punya, pakai yang ada aja, biasa untuk saring kelapa.
  7. Panci anti lengket. Merk apa saja. Pakai yang sudah ada lagi.
Cukup segitu persiapan yang sebenarnya untuk menghadapi MPASI. Bulan pertama hanya makanan cair, bulan berikutnya nasi tim lembek yang disaring, bulan berikutnya lagi meningkat jadi nasi lembek, sampai menginjak satu tahun yang kemungkinan alatnya cuma itu-itu aja.

Read More
Saya mau berbagi cerita pengalaman saya pakai Grab Taxi. Ini bukan postingan berbayar ataupun promosi loh! Tapi saya nggak nolak kalau dikasih voucher gratis atau endorsement, HAHAHAHA :))

Ini murni pengalaman pribadi dan semoga berguna untuk yang baca :)

Kebetulan pernah dengar iklan Grab Taxi di radio tapi belum penasaran nyoba sampai akhirnya suami saya cerita tentang pihak Grab Taxi yang diundang di acara talkshow yang dipegangnya (suami saya juga pekerja tv), saya cukup tertarik. Setelah itu saya download tapi belum ingin coba. Ya mungkin suatu waktu kalau kepepet pakai taksi boleh dicoba. Sampai akhirnya kebetulan kami pulang tengah malam dan pengen naik taksi aja, yaudah deh nyoba order.

Cara daftarnya mudah sekali, hanya tinggal daftar nomor telepon dan masukin email. Langkah selanjutnya, masukan tempat kita akan dijemput dan kemana tujuan kita. Lalu pilih pesan taksi reguler atau premium. Kemudian muncul lagi isian form alamat tujuan lengkap dan ada kotak notes yang fungsinya untuk menuliskan patokan tempat kita dijemput atau ciri-ciri kita. Dibawahnya ada kotak promotion code, kalau kita tahu kode silahkan ditulis, nanti biasanya akan dapat potongan harga. Tergantung sih sedang ada promosi apa, Waktu pertama kali order saya kosongin, karena nggak tahu kalau promotion code itu ternyata bisa dilihat di FB Grab Taxi.

Order berikutnya karena saya sudah pintar sekali, saya save aja tuh kode-kode yang ada di FB Grab Taxi. Lumayan kan :p

Besar potongannya pun beraneka ragam, saya pernah coba pakai kode INABERBAGI dan dapat potongan sebesar Rp. 15.000,- Total argo saya hanya 20ribu, jadi saya hanya bayar 5rb. Murah banget kan (jangan contoh ibu pelit ini sodara-sodara ehehe). Selain kita dapat potongan, kode tersebut juga berfungsi sebagai donasi dukungan kampanye-kampanye yang diusung. Misalnya INABERBAGI untuk membantu gerakan berbagi kepada anak-anak pra sejahtera serta anak-anak di daerah terpencil di Timur Indonesia.

Sekarang saya bahas kelebihan dan kekurangan :

Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home