Fenomena Tulisan 'Titipan'

No Comments


Hai !

Weekend terakhir di ramadhan kali ini khusus saya sempatkan untuk blogwalking. Saya memang sedang ingin cari inspirasi template blog serta printilan lainnya dan kebetulan saya baru bisa ngoprek-ngoprek Adobe Ilustrator hahahaha norak. Jadi, beberapa kali saya berkunjung ke blogger-blogger hits dengan niat 'benar-benar' murni mencari inspirasi untuk bikin header atau sekedar nambahin printilan.

Tapi apa yang saya dapatkan ?

Saya agak tercengang dengan satu blog yang isinya iklan semua. Iya, bener-bener isinya postingan sponsor. Saya sih nggak ambil pusing, secara itu blog dia, ngapain juga saya pikirin. Tapi, dari situ saya langsung inisiatif untuk buka blog hits lainnya, hanya untuk memastikan berapa sih perbandingan postingan iklan dan postingan murni dari hati ?

Gini, dalam mindset saya, ngeblog adalah salah satu media yang saya pilih untuk berbagi isi pikiran saya dan segala hal yang saya alami, yang mungkin akan bermanfaat jika dibaca orang. Inti dari saya ngeblog adalah saya ingin berbagi cerita untuk diambil manfaatnya. Jadi, saya pastikan isi blog saya adalah pengalaman 'real' tanpa sponsor. Kalaupun ada postingan sponsor, saya akan tulis di label tersendiri, tentu saja sesuai dengan yang saya alami. Karena antara ngeblog dari hati dengan ngeblog untuk sponsor adalah dua hal yang berbeda. 


Contohnya postingan review sebuah produk. Kalian pasti paham dari cara si blogger menyampaikan produk itu, kebanyakan blogpost berbayar berisi tulisan positif agak provokatif, sedangkan review yang sesungguhnya akan ada bentuk negatif walaupun si produk merupakan produk kaya manfaat. Paham kan ya maksudnya.

Nah, jujur saya juga masih bingung dan kesulitan, gimana cara saya memilah antara ego pribadi dan kepentingan sponsor dalam menulis posting "titipan". Apalagi, saya tahu kekurangan produk itu dan mungkin produk itu tidak lebih baik dari produk lain. Disini lah kesulitan yang saya maksud. Satu sisi, lepas dari produk itu sponsor, seharusnya blogger bisa menuliskan jujur kekurangan dari produk itu, tapi karena produk tersebut adalah sponsor, maka tulisan menjadi terframing bagus tanpa cacat.

Saya pernah baca tulisan di Kompasiana tentang fenomena blogpost berbayar ini. Tentang gimana blog berubah menjadi media potensial untuk iklan. Banyak hal lah yang merubah independensi blogger dari fenomena ini.

Ujungnya sih balik lagi, tujuan kita ngeblog untuk apa ?
Mencari duitkah ? atau memang untuk berbagi cerita ?

Sah-sah saja sih jika ternyata si blogger yang dulunya menulis untuk berbagi, sekarang beralih profesi menjadi blog yang isinya iklan. Tapi, pada esensinya, sebuah blog akan enak dibaca jika memang murni postingan tanpa "titipan" dibanding postingan "titipan".

Itu menurut saya loh ya heeheehee

Mungkin kalian mikir saya iri, sama-sama ngeblog tapi iklan yang saya dapatkan sedikit, bahkan nggak ada sama sekali. Postingan ini bukan karena saya iri. Jelas bukan, rejeki tiap orang datang dari cara yang berbeda. Mungkin rejeki mereka datang dari blogpost berbayar, sedangkan rejeki saya diturunkan lewat cara yang lain walaupun kami sama-sama seorang blogger.

Siapa sih yang nggak ingin dapat uang tambahan dari hobi ngeblognya ? Dari hobi menjadi lahan mencari tambahan, siapa yang nggak bangga ?

Saya pun bukan orang yang sombong mendikte bahwa blog dia adalah blog iklan sedangkan blog saya murni buah pikiran saya. Sekali lagi bukan. Saya hanya menulis apa yang saya baca, karena dari sebuah blog yang tiba-tiba saya buka tadi pagi, tiga halaman (masing-masing halaman ada 5 blogpost) isinya 80% adalah postingan iklan.

Lalu, gimana saya menyaring informasi "beneran" tanpa ada maksud dibaliknya ?

Sejauh ini, perkembangan blog sama dengan perkembangan media lainnya, yaitu tv. Bahwa kita tahu, media sekarang banyak framing-framing yang entahlah untuk kepentingan siapa, saya nggak mau pusing bahas disini. Begitu pun blog, sejak produk-produk tertentu "melek" blog, mereka juga menggunakan media ini untuk memasarkan produk.

Semuanya sah-sah saja. Tidak salah sama sekali. Tapi, sebaiknya dibalik postingan iklan, sebaiknya adalah postingan jujur dan marketing si produk pun harus paham benar, meminta tolong untuk menuliskan review sebenarnya adalah menelanjangi produk yang dia tawarkan, sehingga baik blogger maupun pengiklan sama-sama paham fungsi blog sebenarnya.

Trus gimana blog yang isinya iklan semua ?
Kembali ke pemilik akun, apa tujuan dia ngeblog. Kalau memang beralih untuk mencari uang, ya semuanya nggak ada yang salah karena memang blognya difungsikan untuk iklan.

Yowes lah, cukup sekian isi pikiran saya ini. Semoga blog-blog kalian semakin maju dan bermanfaat untuk readers kalian.

Cheers,
L







Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Shout your comment here and thanks for dropping by :)