Obat Batuk, Pilek dan Demam untuk Anak Bayi

No Comments


Hola buibu !
Kali ini saya mau sharing tentang obat-obatan apa saja yang sebaiknya buibu sediakan di rumah. Seperti yang kita tahu, banyak ibu-ibu jaman dulu yang melarang kita membawa bayi pergi dibawah usia 40 hari. Bukan karena mitos tapi memang kondisi bayi dibawah usia 40 hari masih belum memiliki antibodi yang kuat untuk melindungi dirinya dari berbagai penyakit. So, memang tidak disarankan membawa bayi keluar rumah dibawah usia 40 hari.

Setahu saya, obat bayi dibawah usia 2 tahun pun belum ada yang campuran untuk dua penyakit dalam satu botol sirup. Tapi, satu botol hanya untuk satu penyakit. Saya punya beberapa jenis obat untuk hal ini, oleh sebab itu semoga tulisan ini mencerahkan.

Bayi dibawah dua tahun lumayan agak sering terserang demam, batuk dan pilek. Entah kenapa, tiga penyakit itu lah yang beberapa kali menghampiri anak saya. Awalnya pun saya merasa perlu membawa anak saya ke dokter, tapi setelah beberapa kali mengalaminya lagi, saya sepertinya nggak perlu panik, cukup menyediakan obat-obatan ringan.

Sebaiknya memang berikan obat alami dulu sih ya, tapi jika memang diperlukan ya silahkan beri obat generik yang aman tergantung pilihan buibu. Sebelum anak saya usia 1 tahun, saya pun nggak pernah kasih obat generik / kimia. Biasanya pakai yang alami dan saya yakin proteksi dari ASI ke tubuh anak saya bisa membuatnya sembuh dengan cepat. Tapi, seiring berkurangnya ASI yang dikonsumsi, saya pun akhirnya mencoba memberikan obat generik.

Masuk ke bahasan obat alami dan generik apa yang saya gunakan selama ini. Berikut ini bahasannya.

1. Batuk
Sebelum bayi diberikan obat-obatan, pastikan dulu bahwa penangan lain selain obat sudah diberikan seperti memberikan banyak air putih agar tenggorokan bayi tidak gatal. Berikan asi lebih banyak dari biasanya.

Obat generik yang pernah saya gunakan yaitu Mucopect Drop keluaran Boehringer Ingelheim harga Rp. 59.000 sekian. Sirupnya agak pahit untuk ukuran anak-anak.

2. Pilek / Flu
Obat alami yang bisa ibu contoh untuk flu / pilek yaitu dengan menaruh mangkuk air panas yang ditetesi minyak kayu putih lalu diletakkan didekat crib / tempat tidur bayi. Uap yang dikeluarkan meringankan flu yang tersumbat. Berikan juga balsem bayi didadanya agar hangat, biasaya saya oles Transpulmin khusus bayi.

Obat generik yang saya gunakan yaitu Rhinos Drop keluaran Dexa Medica kurang lebih harganya sekitar Rp. 53.000.

3. Panas / Demam

Untuk demam, saya nggak pernah nyoba obat alami, hanya setahu saya, jika bayi ibu masih ASI maka berilah asi sesering mungkin dari biasanya. Usahakan saat bayi menyusui pun harus skin to skin atau gendong kangguru, gunanya agar bayi merasa nyaman digendongan ibu.

Obat generik yang saya gunakan yaitu Sanmol Drop keluaran Sanbe ukuran 15ml sekitar Rp. 15.000. Untuk penanganan demam nanti akan saya bahas dipostingan berbeda. Semoga sempat ya hehehe

4. Diare

Nah ini Maliq sempat dua kali kena Diare. BAB-nya cair cenderung mirip air bahkan Maliq sendiri nggak bisa bedain antara kentut dan pup. Waktu pertama Maliq diare, diberi Lacto B dan satu obat syrup yang saya lupa namanya. Sempat saya beri Pedialyte tapi dia kurang suka. Akhirnya yang bisa masuk cuma Lacto B dan obat syrup.

Yang bisa saya rekomendasikan adalah Lacto B karena ini bukan obat. Hanya prebiotik dan aman untuk usia 1 tahun. Mungkin ibu-ibu sempat tahu fungsi Yakult. Nah, kurang lebih obat ini mirip fungsinya dengan Yakult, mengandung Lactobacillus yaitu bakteri baik untuk pencernaan. Cara mengonsumsinya pun mudah, bisa dicampur oleh semua jenis minuman bayi atau dicampur ke makanan. Tanpa ada rasa sama sekali. Untuk, usia dibawah 1 tahun silahkan konsultasikan ke dokter dulu ya.

Pengalaman kedua, Maliq tiba-tiba kentut dengan suara yang cukup besar dan sangat bau, dia pun sempat bilang "Aiq utut bu" yang artinya "Maliq kentut, Bu". Karena baunya super duper itulah saya langsung cium pantatnya dan cek pospaknya. Ternyata, dia kentut berbarengan dengan BAB. Warnanya kuning pekat dan bau banget. Diare kedua tidak saya bawa ke dokter lagi. Saya hanya beli Lacto B di apotek lalu direkomendasikan oleh apotekernya obat tambahan lain yaitu Nifural (keluaran Drya Varya) karena waktu itu, Maliq bisa BAB hingga 5x sehari dan sama sekali nggak mau makan. Pada hari ketiga BAB mulai berkurang dan makin hari makin sehat.


-----------------------------

Obat-obatan yang saya tuliskan diatas bukan sebagai parameter untuk buibu semua. Sekali lagi bukan. Tapi, sebagai optional saat buibu bingung ketika hendak ke apotek, obat apa yang akan ibu berikan. Tanyakan dulu lebih jelas indikasi dari obat-obatan diatas pada apoteker atau konsultasikan langsung dengan dokter karena kecocokan produk berbeda-beda pada tiap anak, apalagi jika anak ibu termasuk sensitif atau memiliki alergi tertentu.

Be a smart mommy :)


Cheers,
L


Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Shout your comment here and thanks for dropping by :)