Trip ke Belitung Bersama Balita

2 comments
Halooookh!

Akhir bulan lalu, saya sekeluarga liburan ke Belitung. Liburan yang tidak direncanakan karena awalnya saya hanya ikut Outing kantor. Tapi, berhubung masih punya jatah cuti dan memang tahun ini kami belum liburan, akhirnya saya dan suami memutuskan liburan aja sekalian.

Yeay.. saya pun extended 3 hari.

Like a wish come true, liburan tahun lalu, saya pernah mention kalau saya bingung pilih liburan kemana, antara Bali atau Belitung. Akhirnya kami pilih ke Bali, tahun ini ternyata alhamdulillah rejekinya ke Belitung. Tahun depan kemana yaaaaa.. semoga bisa jalan "agak" jauh, aamiin :))

(Baca postingan Liburan ke Bali di sini)

Day 1
Suami saya dan Maliq berangkat dari Jakarta sekitar jam 9 pagi, sampai di Belitung jam 10 lewat, memakan waktu perjalanan 1 jam. Maskapai penerbangan dari / ke Belitung tidak terlalu banyak tapi cukup bervariasi dengan range harga yang tidak terlalu menguras kantong. Hanya sekitar 300 ribuan sekali terbang (PP sekitar 600-700) menggunakan pesawat budget (Lion Air / Sriwijaya / Nam Air). Pesawat lainnya yang lebih nyaman ada Citilink atau Garuda dengan range harga yang bervariasi (harga sesuai jam keberangkatan), setahu saya, Garuda first flight dari/ke Belitung cukup murah, hanya sekitar 500 ribuan.

Sesampainya di Bandara Tanjung Pandan, suami saya sudah ditunggu oleh driver yang mengantar mobil. Kami menyewa mobil selama tiga hari tanpa driver (lepas kunci). Sewa mobil pun cukup murah, hanya 200 ribu untuk merk Agya/Ayla. Kenapa kami pilih lepas kunci? Karena memang kami lebih suka mengatur trip kami sendiri, walaupun jatohnya budget liburannya jadi lebih mahal dibanding ikut "open trip". Tapi, dalam keadaan bawa anak yang schedulenya nggak bisa se-tight single trip, jadi lebih nyaman sih saya sewa sendiri. Toh, mau kemana-mana sekarang sudah bisa akses Google Maps.

Mobil yang kami sewa masih bagus, saya sewa di Jelajah Sapta Pesona.

Setelah selesai urusan sewa menyewa, suami saya dan Maliq langsung menuju Belitung Timur untuk menjemput saya. Kami janjian di Restoran Fega, termasuk restoran besar dan direkomendasikan di Belitung Timur. Restorannya menjual view danau. Cukup luas untuk ukuran restoran.

Setelah makan siang, kami menuju replika SD Laskar Pelangi, Museum Andrea Hirata, melewati ruma Keong, berhenti sebentar di Kampung Ahok lalu balik ke Tanjung Pandan.

Oiya, jalanan di sana sudah bagus. Infrastruktur berjalan hingga ke desa-desa. Selama perjalan dari dan ke Belitung Timur, kami hampir tidak menemui jalan rusak. Semua tertata rapi dengan plang petunjuk arah yang jelas. More than I expected, saya kira semakin ke desa akan sulit akses Google Maps, tapi ternyata, Maps pun sesuai dengan jalanan aslinya. Kami pun nggak nyasar sama sekali.

Cerita lengkap Belitung Timur ada di postingan ini ya! Klik di sini.




Sore harinya, kami hanya menghabiskan waktu di hotel untuk renang saja. Maklum lah yaaa, travelling santai dan nggak mau rugi harus nikmatin fasilitas hotel karena udah bayar mahal :))

Kami menginap di Hotel Grand Hatika. Rate di Agoda.com termasuk ke bintang 4 dan termasuk hotel yang recommended. Reviewnya di postingan terpisah yaaa.. Klik di sini.

Malam hari, kami menuju Mie Atep Belitung yang fenomenal. Saya sempat googling tempat makan yang di rekomendasikan selama di Belitung dan Mie Atep Belitung ini adalah salah satunya. Mienya enak bangeeeetttt.. bukan kaya mie rebus di Jakarta pada umumnya. Racikan nenek yang jual ini sudah tersohor dan memang si nenek fenomenal ini lah yang melayani, dibantu asisten tentunya. Kalau buibuk googling, pasti muncul foto seorang nenek di resto kecil. Harganya sangat murah hanya Rp.15.000 / porsi. Saya sampai makan 2x saking enaknya. Hahahaha.

Lokasi Mie Atep Belitung mudah ditemui, tepatnya di Jl Sriwijaya No 27 Tanjung Pandan.

5 Kuliner yang wajib kamu coba di Belitung, klik disini.

Setelah kenyang, kami lalu balik ke hotel. Nggak jalan-jalan malem karena memang di sana itu sepi. Rencananya besok pagi, kami akan ikut Island Hoping. Jadi, harus fit pagi harinya.

Day 2
Jam 9 pagi, kami di jemput oleh salah satu mobil dari Sekaput Trip. Saya sudah prepare dari 2 minggu sebelum sampai Belitung untuk cari Agen Travel yang bisa ikut Trip hanya pas Hoping Island saja. Karena kami sudah sewa mobil dan memang punya jadwal trip sendiri, kami hanya butuh travel untuk mengantar kami Hoping Island. Sewa kapal sendiri terbilang cukup mahal, oleh sebab itu, saya minta rekomendasi teman-teman yang pernah ke Belitung untuk share travel mana yang murah dan bisa nego one day trip.

Akhirnya, berjodoh lah dengan Sekaput Tour ini. Hoping Island saja hanya Rp.250.000/orang sudah include makan siang (nasi kotak). Anak dibawah 6 tahun tidak bayar dan tidak dapat makan siang, jadi prepare makan siang dari hotel hanya untuk bayi/balita.

Kalian bisa lihat websitenya di sini. Tour guidenya menyenangkan, friendly, dan komunikatif. Kami bergabung dengan kelompok lainnya dan pertamanya agak kaku karena pendatang baru, sedangkan mereka sudah gabung nge-trip dari hari pertama. Tapi, akhirnya pun jadi nge-blend juga hihihihi..

Total satu grup kami sekitar 20 orang dan muat hanya satu kapal besar. Ada 2 kru kapal dan 2 tour guide. Dari hotel, kami menuju Pantai Tanjung Kelayang, start point sebelum hoping island. Kami diberi life jacket, diberi penjelasan dikit tentang pulau yang akan didatangi lalu disuruh prepare dan disuruh meninggalkan semua barang-barang nggak penting di mobil, karena akan di kapal dalam jangka waktu lama, dan kegiatan kami akan basah-basahan, jadi better memang hanya membawa badan serta kamera saja. Ponsel pun nggak ada sinyal.

Total pulau yang kami datangi sekitar 4 pulau yaitu Pula Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, dan Pulau Kepayang. Keseluruhan pulau memiliki pemandangan sama khas belitung, yaitu pasir putih, air laut yang biru bening hampir bisa ngaca, dan bebatuan yang besar-besar.

Saya dan suami sempat ngobrol kenapa Belitung kok bisa-bisanya ada bebatuan, karena dilihat dari peta, jarak antara Belitung dengan Krakatau jauh, agak nggak mungkin batuan itu dari letusan Krakatau. Tapi, kenyataannya memang di bawah pulau Belitung ada batu-batu granit yang berkumpul dari magma sepanjang Belitung, Riau hingga semenanjung Malaysia dan timbul ke atas akibat erosi dan pelapukan ribuan tahun, lalu mengapung ke permukaan. Intinya, begitu lah ya hehehe

Sungguh melelahkan, guyyyssss. Melelahkan mikirin batu. Hahaha. Bukan. Lelah jalan-jalan ke pulau-pulau. Pokoknya sediain sun block dan oleskan berkali-kali, karena mataharinya jahaaatttt.. baru jalan dikit, kulit udah hitam, tidaaakkkk! Trust me, pungung kaki saya hitam, warnanya beda banget sama betis, keliatan garis pula dipergelangan kami, macem pakai kaos kaki nggak lepas-lepas. Jangan lupa juga, bawa geliga, salonpas, dan tolak angin. Aduh! Kampung banget nih gue nggak bisa kena angin laut :(

Seharian kami muterin pulau-pulau dan snorkling di Pulau Lengkuas, sore harinya kami menuju Pantai Tanjung Tinggi. Itu lho, pantai tempat shooting Laskar Pelangi. Pantainya bagus tapi ramai. Ada sisi pantai yang rame banget, tempat nikmatin sunset. Untungnya, tour guide kami tuh asli sana, dia tau sisi mana yang sepi dan bagus untuk foto sunset. Jalannya curam bahkan harus sedikit naik-naik ke batu. Tapi, setelah itu kami dapet foto yang oke bangeeeettttt!

Oiya, sebenarnya trip saya dengan Sekaput Tour berakhir di Pantai Tanjung Kelayang (starting point), tapi karena tour guide kami (lupa namanyaaa) baik banget, mereka nawarin suami saya untuk ikutin mobil mereka aja sampai malam. Selain mereka ada itinerary jelas, mereka pasti udah tau jalan. Itu sih yang paling penting, menghindari nyasar malam-malam.

Setelah menikmati sunset, kami lalu diajak makan malam di restoran seafood tepat di depan Pantai Tanjung Kelayang. Makanannya lumayan untuk lidah kami dan harganya murah, cuma Rp. 65.000/porsi sudah dapat menu seafood lengkap. Ada udang, rajungan, ikan ayam-ayam, cumi dan kangkung rebus.

Tak lupa, kami mengunjungi toko oleh-oleh setelah makan. Toko ini tampak terkenal karena memang di hari terakhir saya dan rombongan kantor nyari oleh-oleh, diajaknya pun ke situ. Namanya Kelapa. Disamping toko oleh-oleh juga ada kedai Kopi Kelapa yang lumayan instagram-able. Cucok!










Day 3
Bangun siang, sarapan cantik lalu beres-beres check out. Karena hari sebelumnya kami lelah banget hoping island (ketauan umurnya berapa), jadi hari terakhir mau santai aja di hotel sampai check out. Sama ada satu check list lagi sebelum pulang, mampir ke Danau Kaolin.

Danau Kaolin yang di Belitung itu tidak dibuka untuk umum, jadi kamu hanya bisa foto dari kejauhan karena lokasinya di pagerin. Selang beberapa minggu setelah saya pulang, saya lihat foto @amrazing foto di tengah Danau Kaolin tapi ternyata itu Danau Kaolin yang di Bangka. Beda, lho, Bangka dan Belitung. Jadi, buat yang mau foto di tengah Danau Kaolin, you should go to Bangka.

Pesawat kami take off sekitar jam 4, kami sempat makan di restoran seafood terkenal di Belitung dulu (alhamdulillah), namanya Raja Seafood. Tempatnya besar dan bagus tapi harganya memang agak sedikit mahal dibanding restoran sebelumnya yang kami datangi. Tapi, enak! Sungguh enak banget.





------------

Tips trip ke Belitung bersama Bayi atau Balita:

1. Pilih jadwal penerbangan pagi atau di saat anak aktif karena perjalanan dari Jakarta ke Belitung hanya memakan waktu satu jam. Menurut saya, sebaiknya anak tidak tidur agar sesampainya di Belitung, setelah check in hotel, anak bisa tidur siang sesuai jamnya.

2. Nggak perlu khawatir Belitung susah beli perlengkapan bayi karena di kota Tanjung Pandan, banyak mini market bahkan ada toko bayi. Jika mau menghemat tempat, bawa perlengkapan bayi yang cukup untuk penerbangan, lalu beli lagi untuk persediaan selama di sana. Buibuk bisa meringkas bawaan tas baby, jadi nggak penuh sama pospak atau makanan-makanan yang sebenarnya bisa dibeli di sana.

3. Bawa sunblock anak. Matahari di Belitung entah kenapa lebih tajam di banding matahari Jakarta. Baru sebentar main di outdoor, tau-taunya hitam. Lengkapi dengan lotion juga atau body oil. Oleskan 2 jam sekali agar kulit anak tidak terbakar, kering atau mengelupas.

4. Lokasi wisata di Belitung belum ramah busui. Namanya juga di pantai ya. Memang jarang ada pantai yang menyediakan nursing room. Makanya, buibuk harus bawa apron bagi yang masih menyusui.

5. Perjalanan saat hoping island untuk balita cukup aman. Minta tour guide buibuk untuk menyediakan life jacket khusus balita. Untuk bayi, menurut saya cukup main di pantai saja karena takutnya kena angin laut malah masuk angin.


------------


Alhamdulillah, kelar juga nulis trip 3D2N di Belitung :))

Overall, perjalanan ini menyenangkan buat saya. Saya dan suami sepertinya sudah semakin kompak untuk urusan perjalanan jauh khusus bertiga. Saya sudah mengerti harus mengatur apa saja dan suami saya pun begitu. Saling bantu, saling mengingatkan terutama urusan keuangan selama perjalanan. Saya lebih prepare keperluan kami di sana, sudah survey dan googling tempat lebih dulu, cek harga, dan sudah pasrah, ikhlas kalau liburan bawa balita pasti schedule molor dan nggak bisa diprediksi. Hihihihi. Tapi, menyenangkan. Syukaaaaaaa!

Nggak sabar deh nabung lagi buat liburan taun depan. Manusia hanya berencana, Allah yang menentukan. Kalau nggak sempat nabung ya tunggu aja rejeki dadakan, kalau udah rejeki mah bisa kemana-mana. Hahahahaha..

Mau kemana kah kita tahun depan? Tunggu cerita kami berikutnya yaaaa..

Semoga selalu diberi kesehatan dan rejeki berlebih, aamiin :)

Oiyaaa.. Nonton vlog liburan kami juga yaaa di channel The Cominacs.







Cheers,
L




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments

  1. Waaahh.. Jadi inget, sama suami pengen kesana blom kesampean juga. Boro2 kesana, ke bali berempat aja blom kejadian juga. Hahahah.. *nangis dipojokan*

    Sama nih tipenya. Aku juga kalo liburan, prefer yg nentuin sendiri sih. Apalagi kalo sm anak2. Soalnya kasian kalo mereka harus ngikutin ritne tour orang dewasa. Jd mendingan kalo mau ikut tour, ya nanti aja kalo udah besar. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang yang direncanai jauh hari tuh suliiiiitttt banget. Aku family trip gini emang biasanya mendadak, paling nyiapin sebulan sebelum lah. Kalau udah dari beberapa bulan atau beli tiket pas promo, yang udah-udah malah nggak jadi. Hiks.. emang harus disempetin sih liburan sama anak-anak sekali setahun menurut aku.. Ayooo direncanakan, Mamir!

      Delete

Shout your comment here and thanks for dropping by :)