Halo semuanya!

Minggu lalu, dunia per-agency dan per-influencer-an sedang dihebohkan dengan adanya "sheet" yang isinya list Influencer Reputation. Awalnya, ada thread di salah satu grup "Agency" isinya curhatan seorang pekerja agency tentang keluhannya kerjasama dengan banyak influencer. Dalam tulisan tersebut, saya membaca bahwa selama ini dia sudah sangat sabar "melayani" permintaan para influencer dengan segala permintaan yang "kadang" memang aneh. Padahal, sebelum melakukan kerja sama biasanya ada hitam di atas putih. Kemudian, muncul sheet yang sengaja dibuat oleh salah satu anggota grup menanggapi thread tersebut. Isinya ada nama-nama influencer/buzzer/artis ditambah kolom penilaian (terbagi dua; bad reputation dan good reputation) yang ditulis sukarela oleh anggota lain. Tujuannya, supaya kita bisa berbagi pengalaman baik/buruk kerja sama dengan nama influencer/buzzer yang disebutkan.




Kadang memang kerja sama yang seharusnya mudah jadi sulit, belum lagi permintaan client yang cukup ajaib di detik-detik terakhir ditambah influencer (yang instant) ini terkena star syndrome. Huft! Pelik! Oleh sebab itu, menurut kacamata saya, list itu ada sisi positifnya juga. Kita sebagai user, jadi tau kualitas kerja dari calon influencer/buzzer yang akan kita ajak kerjasama, positif lainnya dari sisi influencer, kalau si influencer memang kerja secara profesional, bisa jadi ajang promosi ke agency lain yang kebetulan mungkin lagi cari influencer.

Sayangnya, ada pihak-pihak yang nggak bertanggung jawab nyebar sheet itu ke publik dan menjadi konsumsi para influencer (yang harusnya sheet ini menjadi rahasia anggota). Mereka yang masuk ke bad reputation sudah tentu murka karena merasa dinilai secara subyektif. 

Sebelum saya bekerja di dunia agency ini, tiga tahun saya menjadi seorang Talent Coordinator di salah satu televisi swasta yang tugasnya yaaaaa berhubungan dekat dengan artis/pengisi acara/musisi dan pekerja seni lainnya. Hanya 3 tahun, waktu yang nggak terlalu lama untuk ukuran dianggap berpengalaman dan punya jaringan luas.

Kami ada di divisi yang mengharuskan setiap harinya bersentuhan dengan yang namanya cek jadwal artis, deal harga, kontrak kerja sama, jadwal syuting dan yang paling krusial yaitu pembayaran.

Bok! yang namanya artis mahal banget mah udah ada dari jaman dulu, cuma dulu nggak ada sosmed aja jadi nggak ada berita luas kesebar tentang kerja-kerja artis dan harga yang menjulang tinggi. Trus sekarang kalo influencer yang tiba-tiba dalam kurun waktu 3-5 tahun atau bahkan kurang dari itu udah terkenal trus belagu, mahal dan susah banget komunikasi, nggak bisa di-brief padahal ratecard selangit, aduhhhh gusti ampun.. gimana kami-kami ini para agency nggak kesel.. ya mbok bisa baik-baik dibicarakan, kan saling membutuhkan, kalau kalian nggak butuh ya tinggal tolak, jadi jelas dari awal nggak mau kerja sama, jangan moody. Huft!

Throwback lagi, dahulu kala, bos saya sempat berkata, "Apapun yang artis itu inginkan, coba kamu terima aja dulu, jangan pernah marah apalagi nolak, karena gimana pun juga, kita butuh mereka." Kami harus nrimo, karena reputasi sebuah televisi nasional dulunya dilihat dari "siapa sih" artis yang berhasil diajak kerjasama. Iya nggak sih? Coba kalau ada televisi swasta ngadain acara ulang tahun, mana pernah ada yang nggak ngerayain? Saling lomba-lomba ngundang artis termahal, terheboh, terlaris, demi apa? demi rating dan sharing. 

Percayalah. Tiga tahun saya di televisi cukup membuka mata saya akan luasnya jalinan keakraban artis dan televisi. Saling membutuhkan.

Sekarang, saat saya ada di dunia agency, lebih spesifik lagi di dunia digital, ternyata dunia kerja saya yang dulu kembali lagi ke kehidupan saya. Sejak mulai banyak digunakannya Influencer dan Buzzer di perkembangan digital, saya ngerasa balik lagi ke dunia yang pernah saya tinggalin. Asek! hahahahahah.. 

Yak, menanggapi sheet influencer yang mberebes kemana-mana ini, bikin saya setengah kecewa dan setengah lagi kasianKecewa karena sheet itu hilang setelah kurang lebih 2 hari tayang
Sejujurnya, saya merasa cukup terbantu dengan adanya review/reputation yang diberikan secara keroyokan dari temen-temen agency lain terhadap influencer yang banyak sekarang. Kasian karena memang penilaiannya subjektif. Si pembuat sheet di salahkan dan si influencer yang masuk di bad reputation merasa dicemarkan nama baiknya.

Tapi, sebenernya si pembuat sheet nggak salah-salah amat kok. Toh, list itu seharusnya dibuat untuk kalangan internal agency-agency yang gabung di grup itu, bukan untuk konsumsi publik apalagi konsumsi influencer. Setiap orang punya akses untuk baca dan nulis pengalamannya. Penilaian memang subjektif, ya karena berdasarkan pengalaman, nggak ada tolak ukurnya. Pengalaman si A belum tentu sama dengan si B saat kerjasama dengan si C. Itu wajar. Nggak ada hak jawab untuk menanggapi sheet itu? Memang nggak ada. Balik lagi kebutuhan sheet itu untuk apa dan untuk siapa. Kalau ditanya kenapa nggak ada hak jawab untuk influencer, ya jelas memang sheet dibuat untuk kalangan sendiri. Bukan tanya jawab atau ajang klarifikasi.

Sisi positif untuk agency, agency jadi tahu kualitas dan kuantitas influencer dari pengalaman agency lain. Bisa jadi pelajaran kalau client request si A, kita bisa ada patokan dari review. 
Sisi negatifnya, sekali lagi, penilaian subyektif, nggak ada yang bisa buktiin kebenaran yang ditulis di sheet. Entah itu baik atau buruk karena nggak ada bukti. Kita jadi insecure duluan sebelum kerjasama.

Sisi positif kalau saya jadi influencer dan masuk ke bad reputation, harusnya saya jadi introspeksi diri. Saya harus membereskan internal saya, entah itu manager saya atau management waktu saya. Toh, selama ini influencer menikmati hasil dari agency juga (walaupun ada yang langsung ditawarin dari brand) tapi nggak munafik, rejeki situ pun datang juga dari agency. Kalau masuk list di good reputation, bersyukur. Selama ini hasil kerja keras influencer dampaknya postif. Bisa jadi ajang promosi ke agency lain tentang cara kerja kita atau kualitas kerja kita. Pembuka jalan bagi rejeki lainnya juga.
Sisi negatif kalau saya masuk list bad reputation, nama baik saya tentu luluh lantah, saya pasti nggak terima karena jadi buruk di mata agency lain / brand yang belum pernah kerja sama dengan saya tapi harusnya bisa jadi pelajaran ke depan. Kalau masuk di good reputation, ya itu bisa jadi ajang promosi ke agency / brand lain. Seperti yang saya bilang, pintu rejeki lain terbuka. Hasil kerja profesional selama ini keliatan.

Last but not least, as I mentioned at the begining, ini hanya lah opini saya menanggapi fenomena influencer/buzzer yang sedang banyak dijadikan profesi baru. 

Kalau diri kita sudah merasa kerja secara profesional, nggak banyak nuntuk apalagi sudah ada hitam di atas putih, sesuai dengan briefing, sudah secara maksimal, jangan takut hanya karena sheet itu tersebar lalu pintu rejeki jadi tertutup. Rejeki sudah ada yang mengatur, apa yang kita perbuat, itu yang kita tuai. Tapi, kalau ternyata di sheet tersebut adalah kenyataan/kejadiaan yang benar terjadi, berarti sudah sepantasnya kita menerima hasil kerja kita itu.

Agency dan influencer masih saling membutuhkan, jadi ya gimana caranya buat terjalin harmonis, be a professional aja sih kuncinya. Semua pasti bisa didiskusikan dan ada konsekuensinya. 

Keep a good vibes!



Cheers,
L










Read More
Halo!

Another review of micellar water :D
Kali ini, saya ingin review Maybelline Micellar Water. Tapi, sebelumnya kamu harus baca dulu empat review micellar water saya yang lain; Bioderma, Nivea, Garnier dan L'Oreal.

Maybelline Micellar Water ada di Indonesia kemungkinan tahun 2017 lalu, kurang tahu tepatnya tapi saya sudah melihat keberadaan si Micellar ini sejak tahun lalu. Penasaran? Iya, penasaran. Tapi, karena memandang sebelah mata, akhirnya rasa penasaran saya cukup di penasaran aja, nggak beli-beli, hihihihi..

Setelah L'Oreal abis, keinget deh tuh Maybelline Micellar Water yang sempat mencuri perhatianku di Watsons. Akhirnya, saya beli lah lewat website online www.beautyhaulindo.com (situs yang recommended untuk beli make up karena very fast response dan biasanya cuma 1 hari sampai).

Packaging:
Menarik hati. Alah!
Honestly, botolnya mirip L'Oreal Micellar Water. Kalau kalian nemu di Guardian atau Watsons dijejer barengan mungkin nggak akan notice kalau ternyata keduanya beda brand. Saya suka warna pinknya, cute dan simple.

Terdapat tulisan "Removes make up + Cleanse + Hydrates + Soothe" di bagian depan lalu ada ingredient dan macem-macem di bagian belakang (yang saya yakin cuma beberapa orang akan baca apa aja isinya, sisanya cuma baca sepintas, malah ada yang nggak baca).

Klaimnya seperti yang tertulis pada depan botol, Maybelline memiliki empat fungsi yang nggak semua micellar water miliki, yaitu menghilangkan bekas make up, membersihkan, meningkatkan kadar air dalam kulit, dan menenangkan/menyejukkan.

Ukuran yang tersedia setau saya hanya 200ml, cukup besar dan nggak travel friendly. 

Formula:
Formulanya sangat ringan, nggak terasa apa-apa di kulit sama seperti L'Oreal bahkan Bioderma. Tapi, entah kenapa si Maybelline ini kurang works di wajah saya. Sedih deh :(

Padahal, secara packaging lucu sih.
Jadi, saat pertama kali pakai untuk daily make up saya, di kapasnya nggak terlalu nempel apa-apa alias kapasnya nggak kotor. Padahal, biasanya untuk menghapus daily make up dengan L'Oreal, pasti kapasnya kotor. Entah karena bedak bahkan naik motor pun, debunya keangkat dan kapasnya jadi coklat/hitam. Tapi ini kapasnya kok kotor dikit bangeeettt.

Agak aneh gitu, kapasnya bersih. Saya sampai make sure 3-4x usap ke wajah agar benar-benar hilang. Sempet bingung juga, apa pengaruh bedaknya nggak tebel apa gimana.

Membersihkan lipstick matte pun harus 4x gosok. Menurut saya sih, jadi boros ya dibanding L'Oreal walaupun pada akhirnya wajah bersih juga sih cuma prosesnya aja yang agak lama, agak banyak juga ngabisin kapas dan ngabisin cairannya.

Lebih boros lagi kalau untuk membersihkan full make up kondangan, aaaahhh banyak banget :(

Oiya, kelebihannya Maybelline ini no fragrance.

How to Use:
Sama dengan micellar water lainnya, cukup tuangkan ke kapas lalu oles di wajah kamu yang kotor. Banyaknya kapas tergantung polesan make up dan hasilnya beda-beda pada tiap orang. Maybelline Micellar Water ini bisa digunakan tanpa dibilas dengan air lagi.

Price:
Harga asli sekitar Rp110.00 tapi waktu itu diskon cuma Rp79.000,-

Repurchase:
Sepertinya tidak.

-------------

Setelah menggunakan Maybelline Micellar Water ini, sepertinya saya memutuskan untuk beli L'Oreal lagi aja sih, hihihihi :p

Mungkin memang wajah saya yang kurang cocok sama si Maybelline Micellar Water ini sehingga make up-nya nggak keangkat. Yaaa, sudahlah!

Ada satu lagi micellar water yang sampai detik ini belum saya pakai, Corine de Farme. Masih penasaran tapi.. haduh! Ngeliat botolnya gede banget tuh rasanya sayang banget gitu kalo nggak cocok. Hahaha. Maklum, buibu pelit.

Sekian review dari saya, semoga postingan ini bermanfaat untuk buibu semuanya.




Cheers,
L


Read More
Haiiiii !!!

Siapa yang ada rencana ke Belitung dalam waktu dekat?
Harus baca postingan saya dulu yaaa, cuuusss !!!


Selama travelling, selain foto dan mengunjungi tempat wisata, pasti tempat makan merupakan tujuan destinasi selanjutnya. Saya tipe orang yang nggak terlalu "makan oriented" alias makan apa aja kalau lagi travelling. Nggak harus nyobain kuliner A, B dan C di kota tujuan saya. Tapi, waktu di Belitung ini, kebetulan restoran yang saya datangi semuanya merupakan restoran yang selalu dimention orang-orang untuk dicoba.

1. Restoran Raja Rasa
Restoran ini terletak di Tanjung Pandan, lokasinya nggak jauh dari Bandara. Bisa dikunjungi saat pertama kali sampai Belitung atau sebelum pulang karena memang jarak dari restoran ke pusat kota cukup jauh dan sayang kalau nggak mampir.

Dari semua restoran yang saya makan di Belitung, Raja Seafood ini paling enak, nyaman, tempatnya luas dan terpenting bersih. Mungkin karena alasan inilah, restoran Raja banyak direkomendasikan di blog-blog traveller.

Untuk kualitas makanannya juga enak banget sih menurut saya. Dua kali saya makan di sini dengan menu berbeda dan keduanya nggak failed. Apalagi pas makan dibayarin kantor, hampir semua menu keluar ye kan, wuuihhh enak banget nyobain semua.

Kalau harga, memang sedikit lebih mahal dibanding restoran lainnya :p
Price never lies!

Nilai: 4,5
Estimasi harga: Rp.200.000,- for two








2. Mie Atep
Kalau ini, mie yang kaya di sulap. Enak bangeeeettt! Sumpah enak!
Kalo biasanya kamu makan menu mie kuning dengan kuah di tukang nasi goreng itu biasa aja, malah kadang ke-gurihan, tapi di sini kuahnya enak banget. Nggak ngerti lagi ada campuran apanya, katanya sih kuah udang. Saya makan 1,5 porsi. Cukup mengenyangkan untuk perut saya.

Ada campuran udang utuh dan ebi serbuk yang bikin tambah enak. Mie atep ini udah terkenal banget di Belitung dan melegenda sampai-sampai banyak tiruannya alias banyak yang jual tapi mie atep asli atau pioneer-nya cuma ada di Jl Sriwijaya dekat bundaran di kota Tanjung Pandan.

Penjualnya nenek-nenek yang sangat iconic, kalo kamu sempet googling, nenek ini pasti muncul :p

Menurut sebagian orang yang suka pedas, mie atep ini kurang cocok untuk lidah mereka karena rasanya yang manis. Buat saya yang nggak suka pedas, mie atep ini best of the best.

Nilai: 4
Estimasi Harga: Rp. 15.000/porsi





3. Kopi Kong Djie
Kalau ini banyak banget ditemui di sepanjang jalan Tanjung Pandan. Saya nggak ngerti kopi yang paling pertama populer yang mana. Saya mencicipi Kopi Kong Djie ini di Tanjung Pandan, lokasinya di samping toko oleh-oleh "Kelapa". Lokasinya instagramable sih menurut saya dan kebetulan disamping toko sovenir, jadi aja rame.

Aslinya kata sih yang di Jalan Siburik Barat, dekat bundaran tugu. Sempat lihat tapi nggak mampir karena saya pikir sama aja sama Kopi Kong Djie yang sudah saya datangi.

Rasa kopinya menurut lidah saya sih aneh, antara pahit dan asam karena katanya campuran antara robusta dan arabika, lalu dicampur susu kental manis. Menurut saya sih rasanya khas ya jarang ditemui di kedai kopi Jakarta.

Entah racikan masnya lagi kebanyakan, rasa kopi saya agak aneh, sedangkan punya teman saya enak banget. Mau komplen kok males :p

Nilai: 3
Estimasi Harga: Rp. 10.000/gelas


4. Restoran Fega
Restoran ini merupakan restoran terbesar di Belitung Timur dan unik. Lokasinya cukup nyaman dan luas tapi memang parkirannya agak kecil. Dilengkapi juga dengan ayunan dan taman kecil untuk anak-anak. Selain itu, banyak pilihan meja yang bisa kamu pilih. Keunikan dari restoran ini, kamu bisa makan di dalam restoran yang berbentuk kapal (lengkap beserta geladaknya) dan dapat melihat pemandangan danau tepat di depan restoran. Kalau penuh, kamu bisa turun ke bawah duduk di bale-bale pinggiran danau atau di dalam bangunan lain yang berada di dalam.

Harga masih cukup terjangkau, tapi sayangnya menurut saya rasanya standar. Lebih enak di Restoran Raja. Tapi, karena memang restoran ini cukup terkenal dan terbesar di Belitung Timur, nggak heran kalau banyak yang merekomendasikan tempat ini.

Nilai: 3.5
Estimasi harga: Rp. 200.000 for two




5. Pulau Kepayang
Nah, kalau di Pulau Kepayang ini hanya satu restoran aja dan sepertinya pun nggak ada bangunan lain selain restoran ini di tengah pulau. Kalau kamu berencana hoping island, alangkah baiknya mampir makan siang di sini. Selain murah, seafoodnya segar-segar. Restoran ini terletak di tengah-tengah pulau. Kamu bisa makan sambil ngeliatin laut langsung, kalau bawa anak-anak, si kecil bisa sambil main pasir. Mirip restoran pinggir pantai, tapi bedanya ini tengah pulau.

Untuk menjangkaunya, kamu harus sewa kapal atau ikut tour hoping island. Ada juga tour yang harganya sudah include makan di sini.

Rasa makannya terbilang enak menurut lidah saya. Apalagi kepitingnya, uuuummmm yummmyyy.. enak banget.. entah kenapa rasa kepiting di sini beda dari restoran seafood lainnya, sampe-sampe saya ngidam kepitingnya. Enak bangeeettt!

Minuman bisa refill, ada air putih biasa, teh dan kopi. Untuk minuman lain bisa langsung pesan tapi tanpa refill.

Nilai: 4
Estimasi harga: Rp. 150.000 for two





----------

Yeay! Selesai!
Semoga tulisan di atas bermanfaat untuk Buibu yang mau liburan dengan keluarga. Bagi yang sudah pernah ke Belitung dan mau menambahkan restoran/kedai yang wajib dikunjungi juga boleh, lho! Tulis di kolom komentar, ya!

Terima kasih :)



Cheers,
L




Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home