Serunya MPASI Perdana

3 comments
Seperti judul yang sudah saya tuliskan, saya mau cerita tentang mpasi perdana Maliq dan menu-menu yang sudah berhasil masuk ke perut Maliq.

Sebulan lebih saya browsing sana sini mencari ilmu mpasi untuk bayi 6 bulan. Nyasar ke blog buibu yang ternyata lucu banget cerita mpasi perdana mereka. Ada yang gagal, ada yang berhasil. Dan saya termasuk yang gagal. Hahahahaha

Begini nih kalo kebanyakan teori, akhirnya pas hari H ternyata anaknya tutup mulut. Hadeh!

Saya pernah nyasar ke forum buibu yang sedang curhat mpasi perdana mereka. Saya juga bingung kan ya, apa sih yang harus saya kasih pertama kali ? Jadi lah saya seorang silent readers di forum itu.

Ternyata eh ternyata kebanyakan dari mereka adalah buibu mpasi homemade garis keras. No instant. Saya kan nggak kekeuh banget gitu yah, kalau ternyata anaknya susah makan ya udah lah beli aja bubur instant kan selesai. Begitu sih pikiran saya saat itu. Terus saya baca lagi, lagi dan lagi, akhirnya saya memutuskan kasih Maliq bubur tepung beras merah merek Gasol (seperti saran buibu kebanyakan di forum).

Dengan alasan, gasol itu bukan instant, karena penyajiannya harus di masak dulu diatas api, baru jadi bubur. Gasol termasuk tepung beras organik yang minim sekali menimbulkan alergi. Gasol pun tidak memiliki rasa, jadi bayi mudah menerima rasa hambar karena mirip asi (padahal saya tahu sebenarnya asi kaya rasa tergantung ibunya makan apa). Selain itu, agar bayi tidak jadi bayi pemilih, maka gasol best choice untuk dijadikan mpasi perdana.

Okelah.
Karena saya termasuk anak yang mauan. Saya lalu pilih gasol tepung beras merah sebagai makanan perdana Maliq. Padahal dalam otak, saya tahu, jenis bubur bayi yang sudah menjadi bubuk itu kan melalui proses kimia yang panjang sampai akhirnya jadi bubuk. Sama aja kaya sufor. Tapi, entah kenapa, otak saya kaya nggak bekerja dengan baik mungkin ya, jadilah saya bikin gasol.


Siang hari, setelah baca-baca cara masak dan langsung eksekusi, itu gasol akhirnya jadi. Seneng banget dong ya, udah siap dengan slabber akhirnya suapan pertama saya masukin mulut Maliq. Tau - tau Maliq kecut aja gitu mukanya. Ekspresinya kaya abis makan lemon. Padahal itu kan gasol. Heuuuhhh !!! Mana bikinnya kebanyakan :(

Suapan kedua, ketiga dan seterusnya mukanya kecut banget sampe akhirnya dia meringkuk ke pegangan kursi balonnya dengan mulut disembunyiin. Bener-bener nggak mau. Bahkan setelah selesai makan, saya pegang aja dia sampai nggak mau padahal udah nggak disuapin, mungkin masih mengira saya akan paksa makan. Mpasi gasol gagal. Emang sih rasanya nggak enak, saya juga nyobain nggak sukak.

Akhirnya dia nangis minta mimik asi, nggak lama kemudian tidur. Selama dia tidur saya usaha lagi bikin gasol kedua (buibu pantang nyerah), yang kedua ditambah asi plus dibikin encer banget, mungkin tadi dia kaget sama teksturnya yang bubur banget. 

Setelah bangun, mukanya udah cerah lagi. Saya dudukin di kursi balonnya. Saya suapin lagi, tapi ternyata mukanya sama kecut kaya tadi. Nggak habis akal, akhirnya saya nyanyi. Maliq senyum-senyum aja sambil buka mulut, dikit-dikit saya suapin sampai habis. Saya juga udah nyanyi satu album. Dan akhirnya habis. Horaaayyy !!! Nggak akan bikin gasol lagi deh ibuk kalo gini jadinya :(

Melihat kejadian itu mama mertua saya bilang, yaudah kasih aja pisang. Antara iya dan nggak karena menurut forum buibu mpasi homemade garis keras, satu jenis makanan diusahakan 2-3 kali dikasih, untuk melihat apakah anak ibu alergi terhadap satu makanan tertentu, jangan makan makanan jenis lain di hari yang sama. Selain itu, kalau mpasi dikasih buah duluan, kedepannya anak ibu akan kecenderungan nggak suka sayur, maka disarankan dikasih sayur duluan. 

Tapi, nginget kejadian tutup mulut tadi jadi kasian. Yaudah deh kasih pisang aja. Toh, buah atau sayur sebenernya nggak masalah, tergantung anaknya juga kan. Besoknya Maliq makan pisang ambon. Ternyata, lahap pemirsa. 

Pisang ambon dikerok pake sendok, tambah air biar nggak terlalu kental karena masih belum terlalu bisa makan. Air bisa diganti asi. Kalau saya sih selama anaknya mau, ya pakai air aja, asi buat stok nanti kalau perlu banget. 

Siangnya, kalau nggak salah saya kasih pepaya kerok juga tanpa air karena pepayanya sudah berair. Hari berikutnya semakin beraneka ragam, karena saya sudah nyetok sayur mayur dan buah. Tiga hari pertama, Maliq makan 2 kali sehari. Hari berikutnya sampai sekarang menjadi 3 kali sehari, pagi makan buah setengah porsi mangkok bayinya, siang hari makan sayur satu porsi, sore setengah porsi makan buah. Pagi biasanya pisang, dikerok hanya bagian luar, tanpa tengahnya karena bagian tengah pisang yang ada bijinya itu, bisa bikin bayi sembelit. Sore hari biasanya saya kasih pepaya, agar bab-nya nggak keras.

So far, sudah beraneka ragam sayur dan buah yang masuk. Berikut list yang bisa buibu contoh untuk mpasi 6 bulan ;

Sayur Mayur :
1. Bayam hijau / merah
2. Kentang
3. Wortel
4. Jagung
5. Kabocha / Labu Kuning
6. Ubi Ungu
7. Zukini
8. Buncis

Buah
1. Pisang Ambon
2. Pepaya
3. Alpukat
4. Pir Xiang Li
5. Apel Fuji
6. Buah Naga (Merah)

Tambahan bahan :
1. Kaldu Daging
2. Kaldu Ceker Ayam
3. Keju cheddar
4. Unsalted Butter

Kalau resepnya saya nggak bisa nulis satu-satu. Tapi, seperti yang kita tahu, kalau bayi 6 bulan masih makan satu jenis saja, biasanya saya kenalkan satu sayur yang terlebih dahulu di rebus / kukus lalu di blender yang dicampur dengan kaldu / air. Hari kedua saya variasikan. Kalau mau variasi, silahkan rebus / kukus 2-3 jenis sayur tersebut, campur dengan kaldu / air lalu di blender.

Untuk buah, pisang, pepaya dan alpukat hanya saya kerok lalu campur air agar tidak terlalu kental. Sedangkan apel dan pir dikukus terlebih dahulu, lalu diblender.

Ada beberapa buibu yang sudah kasih nasi tim blender pada awal mpasi, ada juga yang bertahan selama satu bulan dengan memberikan tepung beras organik. Kalau saya ikut intuisi dan logika aja, selama Maliq suka, saya akan kasih. Tapi untuk satu bulan pertama ini. Masih hanya sebatas buah dan sayur diatas saja. Belum, ditambah nasi atau protein hewani.

Maliq juga sudah saya kasih finger food, yaitu biskuit Milna rasa original. Nggak setiap hari sih, cuma kalau lagi berpergian saat saya dan suami makan lalu Maliq keliatan grasak grusuk di baby chair-nya, jadi lah saya kasih biskuit. Masih belum di makan habis, kalau sudah mengecil biasanya dibuang gitu aja :|

Menu Mpasi Maliq yang sukses masuk perut.
Maliq paling suka Pepaya, Pisang dan Kabocha 

Kuncinya jangan stress, nikmati semua proses belajar bayi kita. Banyak sabar dan banyak belajar. Ikuti kemauan bayi, kalau terlihat sudah nggak mau makan, ganti menu yang paling bayi suka. Jangan biarkan bayi nggak makan sama sekali, karena kebutuhan energi yang semakin tinggi, asi saja tidak lah cukup.

Buibu bisa baca referensi dari website Dunia Sehat disini dan disini. Isinya seputar mpasi perdana dan mpasi menurut WHO. Semoga buibu bisa tercerahkan dalam memberikan makanan apa saja dan gizi apa yang dibutuhkan bayi.

Selamat menyiapkan mpasi :)


Cheers,
L




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

3 comments

  1. Ijin bookmark :) bulan depan anakku mpasi

    ReplyDelete
  2. Ijin bookmark :) bulan depan anakku mpasi

    ReplyDelete
  3. Inspiring! Lagi stress anak ga mau buka mulut awal mpasi. :(

    ReplyDelete

Shout your comment here and thanks for dropping by :)