Menyembuhkan Luka Pada Puting Ibu Menyusui

5 comments


Hai hai !
Sudah sekian lama saya baru sempat bikin postingan baru dan ini pun adalah postingan draft yang sudah lumayan lama mengendap. 

Bagi ibu menyusui mungkin infeksi pada puting adalah hal yang sering dialami. Apalagi pada awal menyusui, saat bayi belum handal menghisap. Saya yakin, semua ibu yang baru punya anak pasti mengalami luka puting. Bahkan, sampai anak saya berumur satu tahun pun, saya masih beberapa kali masih mengalami luka puting akibat anak saya sedang tumbuh gigi.

Pertama kali saya mengalami luka saat anak saya baru lahir. Waktu itu, saya masih awam dan belum pandai menyusui. Puting saya lecet, seperti pecah dan ada warna putih seperti sariawan diujungnya. Rasanya sangat perih, nyut-nyutan, bahkan tersentuh bra-pun sakit. Sembuhnya lumayan lama, sekitar satu bulan lebih karena sama sekali nggak saya kasih obat.

Berdasarkan hasil googling, luka puting bisa sembuh lewat air liur bayi ibu sendiri. Jadi, ketika luka jangan pantang meyerah untuk terus menyusui. Memang sih rasanya seperti disiksa. Perih dan sakitnya sampai ke ubun-ubun. Saya sampai nangis karena nggak tahan sakitnya. Tapi, berkat sabar yang teramat sangat dan saya belajar melekatkan mulut bayi dengan benar, akhirnya lama-lama saya pun mengerti. Luka saat menyusui pertama kali kadang disebabkan karena pelekatan mulut bayi yang tidak benar. 




Setelah kurang lebih 10 bulan kemudian yaitu saat anak saya tumbuh gigi kesekian kalinya. Saya mengalami luka puting lagi. Sempat konsultasi ke klinik Laktasi Hermina Depok karena saya nggak tahan sakitnya. Selain luka seperti sariawan, payudara saya bengkak dan ada bagian areola yang mengeras sebagian seperi bentol. Sepertinya pun ada saluran asi yang tertutup karena luka tadi. 

Awalnya, anak saya menggigit puting saya karena gusinya gatal. Setelah itu, payudara saya bengkak, mugkin saat dia menggigit ada saluran yang tersumbat. Setelah itu, ada tonjolan putih seperti asi ngumpul diujung. Atas saran adik ipar saya, setelah saya ngobrol-ngobrol, saya pun memecahkan tonjolan itu dengan jarum steril. Kemudian keluar lah asi banyak yang menyebabkan bengkak tadi.

Masalah saya nggak sampai disitu. Nampaknya, akibat tusukan jarum, timbul luka perih. Saya konsultasi ke klinik Laktasi Hermina Depok lalu diberi obat oles dan obat minum. Obat minum fungsinya mengurangi rasa sakit sedangkan obat oles agar luka segera menutup dan puting lembab. Tapi, ternyata obat olesnya nggak begitu pengaruh untuk saya karena tetep aja sembuhnya dua bulan lebih :(

Selain itu, karena anak saya selalu minta nyusu di kanan dan kiri, puting luka jadi nggak bisa diistirahatkan. Menurut bidan laktasi, agar puting cepat sembuh, istirahatkan lah puting yang luka dari kegiatan menyusui langsung. Buibu bisa pompa untuk menghindari bengkak. 

Beberapa bulan kemudian, gigi anak saya yang lainnya tumbuh lagi dan saya selalu mengalami luka tiap dia numbuh gigi. Kembali saya nyari-nyari obat minum yang dulu tapi tak kunjung nemu, obat oles pun sepertinya nggak berarti apa-apa. Saya pun akhirnya direkomendasikan pakai produk obat oles lainnya yaitu merk Lovama.




Teksturnya krim berwarna putih dan tidak lengket seperti krim saya terdahulu. Krimnya wangi, dioles pada puting agar lembab dan tentu saja mengurangi luka. Apabila ingin menyusui, bersihkan dulu dengan kapas yang sudah basah. Gunakan kembali apabila diperlukan. Krim ini pun bisa digunakan untuk perawatan mencegah kering dan pecah-pecah.

Kemasannya kecil berwarna pink dengan berat isi 20g dan botolnya berbentuk tube dan aman dari bocor, beda dengan obat oles puting lainnya yang kadang suka bocor bentuknya seperti kemasan pasta gigi. 

So far, saya cocok dengan produk ini. Saya masih gunakan setelah mandi untuk perawatan, menghindari kering dan pecah-pecah.

Solusi dari saya apabila buibu mengalami hal yang sama dengan saya, luka puting ringan hingga sedang, lakukan hal dibawah ini :
1. Tetap menyusui seperti biasa dengan pelekatan yang benar.
2. Apabila semakin parah, istirahatkan puting hingga sembuh. Tapi tetap pompa payudara untuk menghidari bengkak.
3. Saat mandi, kompres payudara dengan air hangat dan dingin secara bergantian.
4. Oles dengan krim puting, kalau saya pakai merk Lovama Rash Nipple (bisa beli di Guardian atau Century).
5. Apabila buibu mengalami demam karena luka puting, coba minum paracetamol tablet 500mg 3x1 (resep dari klinik laktasi) hentikan jika sudah mereda.
6. Jika tidak kunjung sembuh dan perlu pengobatan serius, segera konsultasikan ke klinik laktasi terdekat.

Nah, sudah tahu kan ya cara menyembuhkan luka puting. Luka pada puting itu biasa bagi ibu menyusu. Coba pelajari dulu pelekatan yang benar untuk menghindari luka. Jika sudah terlanjur luka, rawat dengan baik agar dapat menyusui lagi.

Keep breastfeed buibu !



Cheers,
L


Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

5 comments

  1. Lunaa.. dulu aku juga luka di putting pas awal-awal menyusui. ya ampun perih banget, nyusuin darell sambil nangis-nangis kesakitan. sembuhnya dari air liur darell sendiri akhirnya

    btw, thanks for sharing luna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kaannn pengalaman new mommy pasti sama ya rata2.. Semuanya pasti luka2 awal menyusui.. Tapi tetep semangat demi anak :p

      Delete
  2. Ya Allah, ternyata perjuangan ibu begini ya ... :( Tapi, IMQ apa nggak lebih baik dari bahan herbal seperti daun-daunan untuk menyembuhkan lukanya? Tapi rempi ya say kalau cari yang herbal2. BTW, lovamanya aman kan ya ketika nanti sang bayi menyusui lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman idhan..
      Kalau aku sih prefer obat-obatan yang udah jadi, selain gampang karena aku pun nggak tahu cara bikinnya kalo yg alami hehehe

      Berarti kamu udah ada gambarannya kaaannn

      Delete

Shout your comment here and thanks for dropping by :)