Belanja Online ? Why Not ?!

No Comments
Hai hai !!!

Masih ada nggak sih yang nggak suka belanja online jaman sekarang ini ?

ADA ! Ada BANGET !

Capslock :)

Suami saya.

Saya kurang tahu persis kenapa dan ada apa sehingga dia tidak mau belanja online tapi setahu saya dia pernah belanja online hanya beberapa kali saja, itupun hanya beli chasing HP yang katanya susah ditemuin padahal dia butuh banget, hanya dijual di online shop (olshop). 

Pernah saya tanya kenapa, dia hanya jawab nggak pengen aja. What?! 

Sedangkan saya, istrinya senang sekali belanja online. Bagi saya, penyedia jasa e-commerce apapun itu baik situs belanja online, tiket online, reservasi hotel online, ojek online, taxi online, sampai asisten bersih-bersih rumah pun bisa order online itu sangat sangat sangat membantu sekali, what a wonderful life kan yaaaaa.. Hihihi




Sekarang mau apapun nggak pakai ribet, nggak perlu keluar ongkos buat windows shopping, tinggal buka browser hp aja langsung bisa pesan ini itu, tinggal bayar, selesai. Masih ada yang mau dibeli lagi ? Nggak perlu repot keluar rumah dandan rapih, buka hp lagi aja, browsing-browsing, bayar, selesai. Mudah dan singkat. Yang sulit sih hanya bayarnya aja kalau sudah overbudget. Hihihihi.

Kebiasaan saya belanja online bermula saat teman saya dapat sponsor untuk salah satu program tv yang dipegangnya tahun 2012. Kebetulan waktu itu produk si sponsor (berupa sepatu) hanya bisa dibeli via website. Waktu itu teman saya datang ke workshop si sponsor untuk ambil produk, lalu diceritakan lah pada saya, gimana dia excitednya melihat sepatu lucu-lucu. Dari ceritanya, kemudian saya memberanikan diri pesan satu. Awalnya hanya satu, lama-lama jadi banyak karena deskripsi produknya jelas, fotonya jelas dan yang terpenting harganya yang affordable.

Dari situ, saya yang kebetulan masih kerja dibalik meja, tiap hari pegang komputer pasti merasa bosan kalau yang dilihat hanya kerjaan. Disela-sela waktu sengang, kadang saya browsing situs-situs belanja yang menurut saya terpercaya. Intip dikit-dikit kalau ada uang tinggal beli. 

Sekitar tahun 2012, saya belum berani belanja via instagram. Saya hanya sering beli sepatu dari satu produk aja dan itupun transaksinya lewat website bukan order via whatsapp seperti kebanyakan olshop sekarang ini. Menurut saya pada saat itu, terpercaya atau tidak pada situs belanja terlihat dari tampilan websitenya. Untuk ukuran terpercaya menurut saya, kalau situsnya rapih, fotonya jelas dan bukan comot produk orang, deskripsi jelas, ada alamat workshopnya, ada customer service minimal menuliskan email, dan yang terpenting harga yang nggak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah sih sudah terpercaya untuk ukuran saya. Nah, dari situ saya banyak punya pengalaman baik dari olshop.

Baru lah setelah tahun 2014 saya mulai berani order dari online shop yang menjual barangnya di instagram. Saya berani karena salah satu orang yang saya follow tiba-tiba jadi selebgram. Banyaknya produk yang ia terima dan beberapa produk yang direkomendasikan olehnya pun saya coba order. Lama kelamaan, saya jadi adiksi belanja online. Tapi, masih dalam batas wajar. Minimal sekali lah :p

Alhamdulillah sampai detik ini saya belum pernah tertipu. Saya tipe pemilih, termasuk kepada siapa saya akan belanja. Walaupun saya butuh produk itu tapi kalau dia jual terlalu murah, gambar nggak jelas, deskripsi kurang dan hal mencurigakan lainnya, saya sih nggak akan beli. Kadang, menjual produk online pun penjual harus pintar-pintar foto produknya, karena itu yang membuat orang tertarik. Kalau foto aja nyuri, gimana orang mau percaya ya kan.

Bulan Ramadhan ini lah contohnya, saya sudah beberapa kali belanja online untuk kebutuhan lebaran. Salah satunya sepatu. Maklum, menjelang lebaran, banyak situs belanja online yang mengadakan sale bahkan sampai diskon 90% pun ada. Saya kembali order dua buah sepatu di olshop langganan saya karena memang produknya cocok untuk saya dan harganya pas. Saya nggak perlu repot belanja jauh, hanya buka website, pilih model, lalu transaksi pembayaran kemudian selesai. Soal kualitas sih saya nggak takut karena sudah beberapa kali order dan nggak mengecewakan. Untuk harga pun nggak khawatir karena sudah pasti sale menjelang lebaran seperti sekarang ini, hampir semua produk harganya masuk akal setelah didiskon.

Produk lain yang saya beli online menjelang lebaran adalah pashmina. Saya pesan lewat online shop di instagram karena produknya sulit ditemukan ditempat lain. Saya memang mengincar produk itu lumayan lama tapi baru memberanikan diri pesan di salah satu olshop instagram setelah membanding-bandingkan beberapa produk yang sama untuk mendapatkan harga yang affordable dengan kualitas yang bagus. 



Pengalaman baiknya alhamdulillah banyak, seperti dua pengalaman belanja online menjelang lebaran diatas. Selama saya pesan ke situs belanja yang terpercaya seperti Hijabenka, saya sih ngerasa belanja online bukan hal yang menakutkan seperti dulu. Terlebih lagi, produk yang dijual merupakan produk-produk lokal yang sudah dikenal masyarakat luas. Deskripsi dan foto sudah pasti jelas. Bahkan, pengembalian barang jika barang tidak sesuai pun bisa dilakukan. Semuanya serba dipermudah.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa kemajuan zaman memudahkan kita dalam segala hal termasuk berbelanja. Kita sendiri pun sebagai manusia yang berkembang menjadi modern, tidak bisa menolak kemajuan ini. Kita yang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan agar perkembangan manusia seiring sejalan dengan berkembangnya tekhnologi. Kita yang harus membuka mata dan menerima kemudahan untuk terus bergerak maju.

So, belanja online ? Why not ?!




Cheers,
L



Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi yang diadakan Indonesian Hijab Bloggers (IHB) x Hijabenka 







Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Shout your comment here and thanks for dropping by :)