Menyapih (Part 2)

No Comments

Halo !

Sudah lama rasanya saya nggak sharing seputar 'parenting things' karena ada label baru yang sedang saya update terus untuk menambah kategori tulisan di blog ini. Kali ini saya mau update tentang kelanjutan menyapih anak saya yang sekarang usianya sudah menginjak 22 bulan, kurang 2 bulan lagi menuju 2 tahun. Cerita sebelumnya bisa baca disini.

Sekitar satu sampai dua bulan setelah saya posting tulisan menyapih pertama. Anak saya akhirnya bisa tidur tanpa menyusu Asi langsung. Memang niat awalnya belum akan disapih total, tapi hanya mengurangi Asi langsung sebelum tidur alias netek. Banyak perubahan yang menurut saya baik dipertumbuhan Maliq. Bukan berarti waktu Asi nggak ada pertumbuhan, tapi waktu masih Asi full, Maliq susah sekali makan, karena dia lebih sering nyusu. Waktu tidur malam pun, sering sekali kebangun 3-4 kali bahkan kadang lebih karena dia selalu mau nyusu. 

Sejak Asi berkurang, makan siang dan malam pun teratur walaupun sedikit tapi selalu ada yang di makan. Tiap malam pun bangun hanya sekali, paling banyak dua kali karena sebelum tidur biasanya Maliq dikasih susu. Sama halnya sarapan dan makan snack sore, tidak terlalu banyak nolak makan, malah kadang Maliq yang inisiatif minta makan.

Terus Asi dikasihnya kapan ?

Saat dia bangun tengah malam.

Hanya itu saja sih, selebihnya saya hindari. Bukan karena nggak sayang tapi lebih karena menyiapkan Maliq untuk disapih. Saya juga sering menawarkan makanan duluan ketimbang Maliq yang minta, agar perutnya selalu terisi. Walaupun hanya sekedar teh atau biskuit. Hal ini bisa mengurangi kebiasaanya nyusu juga.

Bulan-bulan pertama Maliq mengurangi kebiasaan nyusu sambil tidur itu sangat sulit sekali. Ada kalanya Maliq nangis sampai ngamuk-ngamuk sesegukan, bahkan pernah sampai badannya lemas karena kelelahan nangis dan ngamuk yang pada akhirnya pun tidur digendong, pernah beberapa kali tidur harus nonton iPad dulu sampai ngantuk dan ketiduran agar dia nggak minta Asi. Belum lagi saat tidur siang, kalau dia tidak nyusu, tidur siang itu adalah pelajaran sulit. Saya sempat melalui masa dimana Maliq nggak tidur siang karena nggak nyusu. Karena kebiasaan tidurnya nyusu, jadi mungkin saat dia nggak disusui artinya jam tidur siang itu nggak ada. Beberapa pekan saya pelajari gimana caranya supaya tidurnya teratur tanpa harus nyusu Asi lansung. Jam tidur Maliq sempat berantakan dan saya biarkan dia belajar tidur tanpa disuruh. Banyak drama deh selama masa belajar nggak minum Asi langsung sebelum tidur itu. Huft!

Pernah suatu ketika, saya yang nggak tega melihat Maliq meraung-raung minta nyusu Asi langsung. Saya ikut nangis. Berat rasanya. Kadang saya kasih lagi, kadang saya berusaha kuat. Ibu mana yang tega melihat anaknya nangis meraung-raung ?

Lalu saya ingat, beberapa tulisan yang saya baca tentang menyapih. Kalau menyapih itu harus tega. Kalau nggak tega ya terus aja nyusu, bisa sampai lewat 2 tahun. Saya juga terus-terusan menguatkan hati dan pikiran saya, kalau menyapih bukan berarti nggak sayang tapi untuk kebaikan. Bismillah. 

Akhirnya, sekarang Maliq sudah bisa tidur tanpa nyusu Asi langsung ke saya. Maliq sudah terbiasa tidur sendiri karena ngantuk. 

Ini ada beberapa tips yang berhasil saya terapkan tentang cara mengurangi memberikan Asi sebelum tidur.

1. Ajari anak menyusu lewat botol / gelas sebelum tidur, bukan nyusu sampai ketiduran ya, tapi nyusu dalam keadaan sadar setelah itu baru tidur

2. Beri makan yang cukup minimal 3 jam sebelum tidur (khusus tidur malam). Misal : Anak terbiasa tidur jam 9 malam, maka beri anak makan sebelum jam 6 sore. 

3. Atur pola makan anak dan penuhi secara teratur, mulai dari jam berapa ia harus sarapan, makan siang, snack sore, makan malam, dan minum susu. Lakukan terus menerus jangan sampai terlewat. Agar perutnya tidak kosong.

4. Atur pola tidur anak. Contoh pola tidur Maliq : Bangun pagi hari sekitar jam 7 atau 8. Saat siang, tidurkan jam 12 atau sebelum jam 1. Bangunkan sebelum jam 3. Tidurkan lagi jam 9. 

5. Saat menjelang tidur, buat suasana kamar nyaman, nyalakan cahaya lampu kecil, buat suasana sepi dan jangan banyak mengajak anak berinteraksi atau ngobrol. Jangan lupa juga, gantikan pakaian anak dengan baju tidur bersih, bilas badannya jika perlu. Agar ia merasa nyaman dan bisa tidur lelap.

6. Jika anak masih minta menyusu asi ibu secara langsung, mungkin pertanda ia lapar atau haus. Beri makanan pengalihan atau beri asip jika punya stok asip atau beri minuman lain.


Mungkin buibu bertanya kenapa pola tidur harus diatur juga. Begini, berdasarkan pengalaman saya, kadang anak saya tidur bukan karena benar-benar ngantuk tapi karena disuruh tidur (dalam hal ini di-tete-in). Otomatis, karena kebiasaan dari bayi inilah, ia hanya bisa tidur dengan menyusu, kalau tidak disusuin dia nggak tidur. Kalau pola tidurnya kita atur, bangun dan tidur sesuai jadwal, makan pun sesuai jadwal, anak itu pun akan mengikuti pola tidur dan bangun sesuai dengan orang dewasa. 

Lalu apa kaitan pola tidur dengan menyapih ? Kaitannya hanya membuat anak merasakan ngantuk dengan alami, setelah itu ajari tidur tanpa menyusu asi langsung. Insyaallah setelah itu anak pasti mengerti kapan dia harus tidur dan kapan dia bangun. 

Begitu loh buibu kira-kira penjelasan dari saya. Kalau tips dan trik dari saya kurang berhasil, coba deh buibu pelajari pola makan dan tidur anak ibu sendiri, karena setiap anak berbeda-beda penanganannya. 

Saya akan update lagi cerita menyapih ini sekitar 2-3 bulan kedepan saat Maliq nanti sudah disapih full. 

Semoga lancar, aamiin.



Cheers,
L






Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Shout your comment here and thanks for dropping by :)