Halo semuanya !

Mengingat anak saya, Maliq, sudah masuk usia 1.5 tahun, rasa-rasanya saya harus dikit-dikit menyapih. Lebih tepatnya sih mengurangi ASI karena Maliq termasuk anak yang lebih milih nyusu dibanding makan. Kalau dipaksa makan, dia akan nangis minta nyusu. Mending kalau nyusunya pakai botol, nyusunya masih ASI. Agak syulit pula kalau lagi diluar rumah. Semakin besar, dia semakin pandai buka baju ibunya, jadi tragedi maksa-maksa nyusu depan umum sering terjadi. Nah, saya pun inisiatif mengajarkan Maliq nyusu botol lagi. Maliq pakai botol itu terakhir sekitar umur 5 bulan, jadi dikit-dikit saya sering kasih asi di dalam botol. Tapi, berhubung saya di rumah dan sudah lama nggak merah, saya pun urung kasih botol. Akibatnya, Maliq agak musuhan sama botol. 

Sebenarnya ini bertentangan dengan pendirian saya untuk tidak kasih susu lain selain ASI sampai 2 tahun tapi melihat badan Maliq yang semakin lama semakin kurus karena nggak mau makan, saya pun inisiatif mengurangi nyusu asi langsung. Tujuannya sih, Maliq harus tahu, dia butuh makan kalau lapar. Bukan hanya asi. Sumpah deh, saya sudah habis akal dan agak lelah karena Maliq seperti adiksi, nyusu asi setiap dua jam, kadang sejam sekali, bahkan haus pun mintanya asi bukan air mineral. Balik lagi seperti masa-masa bayi baru lahir. Lapar dikit minta mimik.

Makan hanya sedikit sekali, paling banyak 5 sendok. Buah pun semakin berkurang. Yang paling sering dimakan hanya biskuit, kue-kue atau roti. Sehatnya darimana naaaakkkk :(

Read More
Hai hai !

Adakah disini yang sudah mengurus KIA ? atau mungkin belum ada yang tahu tentang KIA ? Apa itu KIA ?

KIA kependekan dari Kartu Identitas Anak yang sedang digalakkan pemerintah awal tahun 2016 ini. Dibagi menjadi dua kategori, usia 0-4 tahun dan 5-16 tahun. Fungsinya untuk melengkapi pendataan anak-anak di Indonesia.

Sebenarnya saya sudah mencium gelagat-gelagat harus ngurus kartu tambahan ini sejak awal tahun lalu, tapi karena memang belum ada sosialisasi yang jelas, saya pun urung nanya sana sini, apalagi ngurus.

Akhir bulan lalu, tepatnya akhir April, saya diingatkan mertua saya untuk mengurus KIA anak saya. Saya masih belum jelas sih harus gimana gimana. Akhirnya saya melangkah berat (nggak berat sih karena naik motor haha) menuju kelurahan berbekal info dari mertua saya yang kebetulan memang ketua RT. Yang jelas, tanpa bawa perlengkapan macem-macem akhirnya saya pun ngurus KIA ini. Karena katanya dipertengahan tahun ini, KIA wajib buat anak-anak. Kebetulan, suami saya pun tipe yang nggak main-main kalau masalah dokumen, harus segera diurus sesegera mungkin kalau bisa. Jadilah, saya diutus ke kelurahan.


Berbekal surat pengantar dari RT dan RW, fotokopi KK, akta kelahiran dan fotokopi KTP orang tua (boleh ibu/ayah), lalu saya menuju Kelurahan yang ternyata rame pisan sama buibu yang ngurus juga. Sampai sana, ternyata harus dilengkapi foto anak ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar. Nyari-nyari tukang foto sekitaran situ, yang memang rame buibu juga, nunggu setengah jam akhirnya fotonya jadi. Lalu saya kembali lagi ke kelurahan.

Read More
Halloooo !

Like it's been a years ya saya nggak posting, rasanya tuh gemes banyak postingan nyangkut di draft aja karena rasa-rasanya dua bulan belakangan napsu ngeblog saya berkurang karena malas sibuk. Biar keliatan ada kerjaan hehehe

Nah kali ini saya mau share pengalaman mengatasi stretch mark, masalah terpusing yang dialami buibu hamil karena akan tetap terpampang nyata sampai melahirkan bahkan sampai anaknya tumbuh besar, dewasa, dan menikah *lebay*. Hiks. Nih ya, saya kasih tau, stretch mark itu susyeee amat dihindari dan dihilangkan. Hingga detik ini, saya masih berperang dengan yang namanya stretch mark karena bener-bener nggak hilang dari kulit mulus saya. Kalau kalian mengikuti postingan-postingan kehamilan saya sebelumnya, saya sempat bahas pakai cream apa untuk mencegah stretch mark timbul, tapi hasilnya nggak ada. Hiks. Cerita lengkapnya disini.

Total kenaikan berat badan saya waktu hamil sekitar 20 kg. Sebelum hamil berat saya stabil di 49 kg. Dua bulan kemudian saat mulai diprediksi hamil, mulailah naik sedikit demi sedikit lalu melambung tinggi sampai di angka 70 kg. Pantastis (fakai P)!

Dari badan yang ringan bagaikan layangan, sampai seperti buibu gelonggongan. Kebayang nggak sih bentuknya huhuhu. Kaki dan tangan kurus tapi badannya melebaaaarrr :(

Dari situ lah masalah seputaran kulit muncul, yaitu stretch mark. Stretch mark timbul akibat peregangan kulit dalam waktu singkat. Seperti guratan-guratan di perut akibat kehamilan. Stertch mark di tubuh saya muncul hampir diseluruh bagian badan, perut, pinggul, paha, betis, sampai selangkangan pun ada stretch mark. Jujur ya, selain masalah jerawat yang bikin saya stress (cerita lengkapnya disini), stretch mark adalah masalah kedua yang muncul. Bikin saya sedih kalau ngaca :(

Dan keduanya masih jadi masalah terbesar saya :(


Read More


Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home